Kelompok pemantau terorisme, SITE, mengatakan Al-Qaidah di Maghreb Islam (AQIM) telah memilih Abu Ubaida Yusuf al-Annabi sebagai pemimpin baru mereka menggantikan Abdulmalik Droukdel yang tewas oleh pasukan Prancis pada Juni lalu.
Dilansir dari lamam France 24, Minggu (22/11), menurut Proyek Kontra Ekstremisme, Al-Annabi sudah masuk dalam daftar hitam "teroris internasional" Amerika Serikat sejak September 2015.
Al-Anabi biasa muncul di video propaganda kelompok AQIM dan pada 2013 dia menyerukan warga muslim membalas campur tangan Prancis di Mali.
AQIM juga mengkonfirmasi kematian warga Swiss Beatrice Stoeckli, yang diculik di Timbuktu saat bekerja sebagai misionaris pada 2016.
Mereka menyebut kematiannya adalah kesalahan "tentara salib Prancis" yang ingin membebaskannya.
AQIM muncul dari kelompok Islam radikan di Aljazair yang dimulai pada akhir 1990-an. Pada 2007 mereka menyatakan janji setia kepada jaringan Al-Qaidah Usama Bin Ladin.
Kelompok AQIM bertanggung jawab atas berbagai serangan terhadap pasukan dan warga sipil di seluruh wilayah Sahel, termasuk serangan pada 2016 terhadap sebuah hotel dan restoran kelas atas di Burkina Faso yang menewaskan 30 orang, terutama orang Barat.
Prancis mengerahkan lebih dari 5.000 tentara untuk melawan kelompok anti-jihadis Barkhane di Sahel.
Reporter Magang: Farhan Hafizhan