Facebook Inc akhirnya mengklasifikasikan gerakan teori konspirasi QAnon sebagai berbahaya dan mulai menghapus grup dan halaman Facebook serta akun Instagram yang menyatakan diri mereka sebagai perwakilan kelompok itu.
Langkah tersebut sebagai peningkatkan kebijakan yang dibuat sejak Agustus yang melarang sepertiga dari kelompok QAnon karena mempromosikan kekerasan. Sebelumnya Facebook tidak menghapus semua akun dan grup yang berafiliasi dengan QAnon tapi membatasi postingan mereka tampil di feed berita.
Staf Facebook tidak lagi menggunakan laporan dari para pengguna dan memperlakukan QAnon seperti badan militer lainnya, mencari dan menghapus grup dan halaman.
Sejak pembatasan pada Agustus, beberapa kelompok QAnon telah menambahkan anggota, dan yang lain menggunakan bahasa kode untuk menghindari deteksi Facebook, misalnya merujuk pada "isyarat" daripada Q.
"Meskipun kami telah menghapus konten QAnon yang merayakan dan mendukung kekerasan, kami telah melihat konten QAnon lain yang terkait dengan berbagai bentuk kerusakan dunia nyata, termasuk klaim baru-baru ini bahwa kebakaran hutan pantai barat dimulai oleh kelompok tertentu," tulis Facebook seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/10).
"Perbincangan QAnon berubah sangat cepat dan kami melihat jaringan pendukung membangun audiens dengan satu pesan dan kemudian dengan cepat beralih ke pesan lainnya."
Unggahan QAnon baru-baru ini telah menyebarkan informasi palsu tentang pemungutan suara dan tentang Covid-19, kata para peneliti, bahkan mengklaim bahwa Presiden Donald Trump memalsukan diagnosis Covid-19 untuk mengatur penangkapan rahasia.
Advertisement
Siapa QAnon?
Digolongkan sebagai sumber potensial terorisme domestik oleh FBI, QAnon muncul dengan poster internet anonim bernama Q yang mengklaim sebagai orang dalam pemerintahan Trump. Intinya, klaim yang tidak masuk akal adalah bahwa Trump diam-diam memimpin tindakan keras terhadap jaringan pedofil besar yang mencakup para tokoh Demokrat dan elite Hollywood. Pengikut kelompok ini percaya teori konspirasi bahwa Amerika dikuasai politikus paedofil.
Trump memuji kelompok itu sebagai kelompok patriotik, dan lebih dari selusin kandidat Kongres dari Partai Republik telah mempromosikannya.
QAnon bermula pada Oktober 2017 ketika seorang pengguna anonim meletakkan serangkaian postingan di papan pesan situs forum online 4chan. Dia menggunakan nama alias 'Q' dan mengklaim memiliki tingkat persetujuan keamanan AS yang dikenal sebagai 'izin Q'.
Pesan-pesan ini kemudian dikenal sebagai 'Q drops' atau 'tetes Q' atau 'remah roti', sering kali ditulis dalam bahasa samar yang dibumbui dengan slogan, janji, dan tema pro-Trump.
Jumlah lalu lintas percakapan QAnon ke situs jejaring sosial utama seperti Facebook, Twitter, Reddit, dan YouTube telah melonjak sejak 2017, dan indikasi bahwa jumlahnya telah meningkat selama pandemi virus corona.
Dilihat dari media sosial, ada ratusan ribu orang yang percaya setidaknya beberapa teori aneh yang ditawarkan oleh QAnon.
QAnon melanjutkan dari kisah "pizzagate" pada tahun 2016 - teori palsu tentang politisi Partai Demokrat yang menjalankan jaringan pedofil dari sebuah restoran pizza di Washington.