Massa Oposisi Kyrgyzstan Serbu Kantor Pemerintah, Bebaskan Mantan Presiden yang Dibui

Sekitar 2.000 orang lalu mendobrak masuk ke Gedung Komite Keamanan Nasional, tempat mantan Presiden Almazbek Atambayev dipenjara.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Massa Oposisi Kyrgyzstan Serbu Kantor Pemerintah, Bebaskan Mantan Presiden yang Dibui
massa demonstran kyrgyzstan serbu gedung pemerintah. ©AFP

Demonstran oposisi di Kyrgyzstan hari ini mengambil alih gedung pemerintahan dan membebaskan mantan presiden yang dipenjara usai pemilihan umum yang diwarnai dugaan kecurangan. Massa demonstran juga bentrok dengan polisi.

Kelompok massa oposisi turun ke jalanan Ibu Kota Bishkek malam sebelumnya untuk menuntut mundur Presiden Sooronbay yang pro-Rusia dan meminta pemilu diulang.

Polisi memakai meriam air, granat, dan gas air mata untuk membubarkan massa yang memaksa menerobos gerbang gedung parlemen dan kantor kepresidenan.

Sekitar 2.000 orang lalu mendobrak masuk ke Gedung Komite Keamanan Nasional, tempat mantan Presiden Almazbek Atambayev dipenjara.

Adil Turdukuov, aktivis dan sekutu dari Atambayev yang menyaksikan kejadian mengatakan mantan presiden itu dibebaskan "tanpa menggunakan kekerasan atau senjata" dan pejabat keamanan nasional juga tidak berusaha mencegah demonstran.

"Mereka menyerah," kata dia.

Cuplikan video yang beredar di media sosial memperlihatkan Atambayev, 64 tahun, menyambut para pendukungnya setelah dia keluar dari penjara usai divonis 11 tahun bui karena didakwa korupsi.

Protes ribuan orang itu muncul usai dua partai lama, salah satunya yang dekat dengan Presiden Sooronbai Jeenbekov, meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum pada Minggu (4/10), berdasarkan hasil sementara.

Jeenbekov mengatakan pada Senin malam bahwa ia akan mengadakan pertemuan pada Selasa dengan para pemimpin partai yang ikut serta dalam pemilu.

Sementara itu, kelompok oposisi menetapkan pejabat kepala keamanan nasional mereka sendiri dan menamainya sebagai komandan Bishkek, meskipun belum diketahui secara jelas berapa banyak kekuatan yang dapat mereka himpun.

Negara di Asia Tengah berpenduduk 6,5 juta jiwa itu mempunyai sejarah ketidakstabilan politik. Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, dua presiden Kyrgyztan digulingkan dengan pemberontakan.

Rekomendasi