Sumber Intelijen Sebut Israel Kirim Senjata ke Azerbaijan Saat Konflik dengan Armenia

Kedua belah pihak saling tuding menggunakan pasukan asing dan tentara bayaran.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Sumber Intelijen Sebut Israel Kirim Senjata ke Azerbaijan Saat Konflik dengan Armenia
konflik armenia-azerbaijan. ©Reuters

Israel mengirim senjata ke Azerbaijan di tengah pertempuran paling intens antara Baku dan Armenia dalam beberapa tahun, menurut pejabat dan sumber intelijen.

Pertempuran berat antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di wilayah separatis Nagorno-Karabakh berlanjut selama empat hari pada Rabu, dengan pernyataan dari kedua belah pihak mengindikasikan bergejolaknya konflik tahunan yang telah menewaskan puluhan orang sejak Minggu tak ada tanda-tanda segera berakhir.

Kedua belah pihak saling tuding menggunakan pasukan asing dan tentara bayaran. Turki, yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Azerbaijan dan menyebut Armenia adalah ancaman terbesar untuk perdamaian di wilayah itu, dilaporkan mengirim pasukan dari Suriah ke Baku.

Russia, yang memiliki pangkalan militer di Armenia, dituding mengirim pasukan untuk membantu pasukan Armenia. Turki dan Rusia membantah ikut campur.

Presiden Rusia, Vladimir Putin dan sejawatnya Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyerukan gencatan senjata segera saat berbicara melalui telepon pada Rabu malam.

Namun saat pertempuran memanas, lebih banyak negara ikut campur demi berbagai kepentingan politik dan strategis.

Israel adalah salah satu penyedia senjata utama untuk Azerbaijan walaupun Armenia secara resmi membuka kedutaannya di Tel Aviv bulan ini.

Israel dan Azerbaijan memiliki perdagangan dalam jumlah besar antara minyak dan senjata.

Selama akhir pekan, sumber intelijen AS mengatakan kepada Alarabiya, Israel mengirim pesawat penuh senjata ke Azerbaijan.

"Israel menyediakan senjata ke (Azerbaijan); dua kargo penerbangan dari Israel telah mendarat di Baku hari ini," kata sumber itu, dikutip dari Alarabiya, Kamis (1/10).

Ditanya terkait intervensi Turki, sumber ini mengatakan Azeri akan memiliki kekuatan militer di atas angin, "kecuali Rusia melakukan sesuatu."

"Pesawat tak berawak Turki itu tidak bisa dihentikan," tambah sumber itu.

Sementara itu, Penasihat Kebijakan Luar Negeri Presiden Azerbaijan Hikmet Hajiyev mengatakan kepada Axios kerjasama pertahanan Baku dengan Israel bukanlah rahasia.

Hajiyev juga dilaporkan mengatakan Azerbaijan menggunakan "drone kamikaze" Israel dalam pertempuran Nagorno-Karabakh.

Mengenai drone Turki, pejabat Azeri berkata: "Jika Armenia takut dengan drone yang digunakan Azerbaijan, ia harus menghentikan pendudukannya."

Presiden Prancis juga mengutuk komentar terbaru dari Turki sebagai "sembrono dan berbahaya" dan mengatakan dia "sangat disibukkan oleh pesan-pesan perang dari Turki dalam beberapa jam terakhir."

Armenia dan Azerbaijan menemui jalan buntu selama beberapa dekade dalam konflik di wilayah tersebut, di mana perang separatis terjadi pada awal 1990-an hingga tiga tahun setelah pecahnya Uni Soviet. Area di Pegunungan Kaukasus seluas sekitar 4.400 kilometer persegi berada di 50 kilometer dari perbatasan Armenia.

Rekomendasi