Iran Perlonggar Aturan Lockdown, Ratusan Masjid Dibuka Kembali

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, pembukaan masjid akan dimulai pada Senin (4/5), setelah masjid-masjid ditutup sejak awal Maret untuk mencegah penularan virus corona.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Iran Perlonggar Aturan Lockdown, Ratusan Masjid Dibuka Kembali
wabah corona di iran. ©AFP

Iran membuka kembali ratusan masjid di seluruh negeri setelah aturan lockdown mulai dilonggarkan. Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, pembukaan masjid akan dimulai pada Senin (4/5), setelah masjid-masjid ditutup sejak awal Maret untuk mencegah penularan virus corona.

Rouhani mengatakan, 132 daerah, sekitar sepertiga dari divisi administratif negara itu, mulai membuka kembali masjid pada hari ini.

"Jarak sosial lebih penting daripada salat berjemaah," jelasnya, dilansir dari Alaraby, Senin (4/5).

Rouhani mengatakan, Islam mewajibkan umat menjaga keamanan, sementara salat di masjid tidak diwajibkan dan hanya disunnahkan.

Wilayah yang ditargetkan terkait kebijakan ini adalah yang "berisiko rendah". Komite juga mempertimbangkan membuka kembali sekolah pada 16 Mei untuk memungkinkan satu bulan kelas sebelum liburan musim panas.

Virus corona menewaskan lebih dari 6.150 orang di iran dan menginfeksi lebih dari 96.440 orang sejak kasus pertama diumumkan pada pertengahan Februari.

Rouhani mengklaim pasien terinfeksi di rumah sakit jauh menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Pada Sabtu, Iran melaporkan kasus infeksi baru harian paling rendah sejak 10 Maret.

Namun demikian, para pakar dan pejabat di Iran maupun di luar negeri meragukan data Iran. Angka sebenarnya bisa lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Republik Islam ini mencoba menghentikan penyebaran virus corona dengan menutup kampus, bioskop, stadion, dan tempat publik lainnya sejak Maret.

Pusat kegiatan perekonomian mulai dibuka perlahan dan bertahap sejak 11 April, dengan alasan negara yang terkena sanksi tidak bisa ditutup terus menerus.

Hanya usaha "berisiko tinggi" seperti pusat kebugaran dan salon yang tetap tutup.

"Kami akan melanjutkan pembukaan kembali dengan tenang dan bertahap," kata Rouhani.

Namun dia memperingatkan, warga Iran harus bersiap untuk "skenario buruk", mengatakan "situasi ini dapat berlanjut hingga musim panas".

Rekomendasi