Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengumumkan larangan penggunaan senjata jenis serbu menyusul terjadinya penembakan massal terburuk di negara itu pada April lalu. Aturan baru yang telah lama dijanjikan menetapkan bahwa menjual, mengangkut, mengimpor atau menggunakan 1.500 jenis senjata serbu adalah perbuatan ilegal.
Larangan ini segera berlaku tetapi akan ada periode amnesti dua tahun untuk dipatuhi pemilik senjata yang patuh hukum.
Trudeau juga mengatakan akan mengusulkan undang-undang, yang belum diloloskan, untuk menawarkan program pembelian kembali senjata tersebut dari warga.
Tidak seperti AS, kepemilikan senjata tidak dicantumkan dalam konstitusi Kanada, tetapi kepemilikan senjata masih populer, terutama di bagian pedesaan negara itu.
Trudeau mengatakan, sebagian besar pemilik senjata adalah warga negara yang taat hukum, tetapi mengatakan senjata serbu tidak ada gunanya.
"Senjata-senjata ini dirancang untuk satu tujuan dan hanya satu tujuan - hanya untuk membunuh banyak orang dalam waktu singkat," jelasnya dalam konferensi pers pada Jumat (1/5).
"Anda tidak perlu AR-15 untuk melumpuhkan rusa," lanjutnya, dilansir dari BBC, Sabtu (2/5).
Advertisement
Desakan untuk melarang senjata serbu meningkat setelah sejumlah penembakan - pada 2017, di sebuah masjid di Quebec, pada 2018 di sebuah jalan di Toronto, dan yang terbaru, di Provinsi Nova Scotia yang menjadi penembakan paling mematikan dalam sejarah Kanada.
RCMP mengatakan, penembak itu tidak memiliki izin untuk memiliki senjata api, tetapi memiliki sejenis senjata serbu, serta senjata lainnya. RCMP tidak menentukan jenisnya, jadi tidak diketahui apakah termasuk dalam larangan tersebut.
Trudeau berkampanye mengenai larangan tersebut sebelum pemilihan November lalu, dan dia menyampaikan rencananya terkait larangan tersebut pada Maret, tetapi ditunda karena Covid-19.
Pemerintahnya telah memperluas persyaratan pemeriksaan latar belakang dan mempersulit pengangkutan senjata sebelum pemilihan pada November. Lebih dari 80.000 senjata terdaftar di Royal Canadian Mounted Police (RCMP).
Pemerintah dapat segera melarang senjata melalui peraturan saat ini, tetapi program pembelian kembali akan membutuhkan dukungan multi-partai di parlemen dan kemungkinan akan menelan biaya ratusan juta dolar.
Globe and Mail melaporkan dokumen yang bocor menunjukkan program pembelian kembali akan dilakukan secara sukarela, dan pemilik berlisensi akan tetap memiliki senjata mereka.
Trudeau tidak mengkonfirmasi apakah pembelian kembali akan bersifat sukarela, tetapi menegaskan kembali program pembelian kembali harus didukung oleh pihak lain, dan adil bagi semua orang.