Kondisi Memburuk, PM Inggris Dipindah ke ICU Setelah 10 Hari Dites Positif Covid-19

Awalnya PM Jonhson dilbawa ke rumah sakit untuk menjalani tes lebih lanjut tapi kesehatannya mengalami penurunan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kondisi Memburuk, PM Inggris Dipindah ke ICU Setelah 10 Hari Dites Positif Covid-19
Boris Johnson. ©REUTERS

Pada Minggu malam, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dilarikan ke rumah sakit setelah dites positif terinfeksi virus corona. Kini kondisinya dikabarkan memburuk dan telah dipindah ke ruang ICU. Demikian disampaikan kantornya di Downing Street.

Johnson dilarikan ke Rumah Sakit St Thomas di London pada Minggu malam, 10 hari setelah dites positif virus corona karena gejala Covid-19 yang makin menjadi-jadi.

Awalnya PM Jonhson dilbawa ke rumah sakit untuk menjalani tes lebih lanjut tapi kesehatannya mengalami penurunan.

"Sore ini, kondisi PM memburuk, dan atas saran tim medisnya, dia dipindahkan ke ruang ICU rumah sakit," kata Juru Bicara Downing Street Nomor 10, dilansir dari Sky News, Selasa (7/4).

"PM telah mendapat penanganan luar biasa, dan terima kasih kepada seluruh staf NHS untuk kerja keras dan dedikasi mereka."

Johnson (55) mengalami kesulitan bernapas pada Senin sore dan diberikan oksigen. Dia tetap dalam keadaan sadar dan belum dipasang ventilator, tapi dipindah ke ICU sebagai tindakan pencegahan jika sewaktu-waktu membutuhkan alat bantu pernapasan.

PM tersebut telah menelepon Menteri Luar Negeri, Dominic Raab, meminta mewakilkan saat diperlukan, sebuah permintaan dari Johnson sebelum dipindah ke ICU.

Sementara itu, Ratu Elizabeth tetap diinformasikan perkembangan kondisi PM Johnson.

Sekretaris Kabinet, Sir Mark Sedwill berbicara dengan para menteri melalui panggilan konferensi pada Senin malam sesaat sebelum kabar kesehatan PM diumumkan. Salah satu menteri kabinet kepada Sky News mengatakan perkembangan kesehatan PM sangat mengkhawatirkan.

Mantan PM Inggris, Theresa May mendoakan kesembuhan penggantinya itu.

"Harapan dan doa saya bersama Boris Johnson dan keluarganya saat dia mendapat perawatan lebih lanjut di rumah sakit," kicau May di Twitter.

"Virus menyeramkan ini tidak mendiskriminasi. Siapapun bisa kena. Siapapun bisa menyebarkannya. Tolong #DiamDiRumahSelamatkanNyawa."

Doa juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden Dewan Eropa, Charles Michael, serta dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Kami sangat sedih mendengar dia dilarikan ke ICU sore ini, beberapa saat lalu," kata Trump.

"Warga Amerika semua mendoakan kesembuhannya, dia adalah kawan yang sangat baik, dia sangat spesial; kuat, tegas, tak berhenti, tak menyerah."

Rekomendasi