AS Dakwa Presiden Venezuela Atas Terorisme Narkoba, Tawarkan Imbalan USD 15 Juta

Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan mendakwa belasan pejabat tinggi dan sang presiden terlibat kejahatan terorisme narkoba. Tindakan ini merupakan langkah terbaru AS agar Maduro terguling dari kekuasaannya.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
AS Dakwa Presiden Venezuela Atas Terorisme Narkoba, Tawarkan Imbalan USD 15 Juta
Presiden Venezuela Maduro. ©REUTERS/Marco Bello

Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan mendakwa belasan pejabat tinggi dan sang presiden terlibat kejahatan terorisme narkoba. Tindakan ini merupakan langkah terbaru AS agar Maduro terguling dari kekuasaannya.

Dakwaan itu diumumkan Jaksa Agung AS William Barr. Jenis kejahatan yang dituduhkan terhadap Maduro adalah konspirasi terorisme narkoba, korupsi serta perdagangan narkoba.

AS juga menuding Maduro dan rekan-rekannya berkolusi dengan kelompok gerilyawan Kolombia, FARC, untuk membanjiri AS dengan kokain.

"Saat rakyat Venezuela menderita, komplotan rahasia ini mempertebal kantong mereka dengan uang hasil narkoba dan korupsi," kata Barr, seperti dikuti Reuters, Jumat (27/3).

Selain Maduro, sejumlah pejabat tinggi Venezuela juga turut didakwa AS dalam kejahatan ini. Mereka adalah Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, pemimpin senior sosialis Diosdado Cabello, dan hakim Mahkamah Agung Maikel Jose Moreno Perez, yang dituduh dengan pencucian uang. Pemerintah AS menawarkan 10 juta dolar AS (sekitar Rp159 miliar) atas informasi penangkapan Cabello.

Departemen Luar Negeri AS juga menawarkan imbalan hingga 15 juta dolar AS (sekitar Rp239 miliar) untuk informasi penangkapan terhadap Maduro.

Tindakan yang Langka

Langkah AS mendakwa kepala negara lain merupakan tindakan yang sangat jarang terjadi dan menandai tahap baru yang serius terhadap Maduro oleh Washington. Presiden Trump sendiri dikabarkan semakin frustrasi dengan hasil kebijakannya soal Venezuela yang mengalami krisis politik dan ekonomi yang berkepanjangan.

Dalam krisis politik yang terjadi di Venezuela, AS memihak kepada pemimpin oposisi Juan Guaido. AS bahkan tidak menganggap lagi Maduro sebagai Presiden Venezuela yang sah.

Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara pada Rabu (23/1/2019) di tengah kampanye terbuka di Caracas. Maduro pun menyebut Guaido sebagai 'boneka AS'. Menteri Luar Negeri Venezuela mengecam Juan Guadio dan menyebutnya sebagai 'badut rendahan' yang bekerja untuk 'tuan sirkus imperialis'.

Maduro mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan AS di hadapan kerumunan para pendukungnya yang bersorak, dari balkon istana presiden Miraflores di Caracas, tak lama setelah AS, dan kemudian beberapa negara Amerika Latin, mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Rekomendasi