Beri Alat Bantu Pernapasan Kepada Pasien Lebih Muda, Pendeta di Italia Meninggal

Seorang pendeta Italia yang memberikan alat bantu pernapasan kepada pasien virus corona yang lebih muda yang tidak dia kenal meninggal karena penyakit itu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Beri Alat Bantu Pernapasan Kepada Pasien Lebih Muda, Pendeta di Italia Meninggal
Pendeta Giuseppe Berardelli. ©ORATORIO CASNIGO/BBC

Seorang pendeta Italia yang memberikan alat bantu pernapasan kepada pasien virus corona yang lebih muda yang tidak dia kenal meninggal karena penyakit itu.

Giuseppe Berardelli (72), meninggal di rumah sakit di Lovere, Bergamo - kota yang cukup parah terinfeksi virus corona.

Dilansir dari BBC, Rabu (25/3), Berardelli adalah pendeta utama di kota Casnigo. Dia disebut meninggal pekan lalu.

Menurut pernyataan dari rumah sakit, dia menolak menggunakan alat bantu pernapasan yang dibelikan umat parokinya, namun memilih memberikannya ke pasien yang lebih muda.

Warga Casnigo dilaporkan bertepuk tangan dari jendela dan balkonnya saat peti mati berisi jenazah Pendeta Berardelli dibawa ke pemakaman. Namun tak ada acara pemakaman.

Pada Selasa, Paus Fransiskus memimpin doa untuk para dokter dan pendeta yang meninggal.

"Bersyukur pada Tuhan atas contoh heroik mereka dalam melayani mereka yang sakit," kata Paus.

Sedikitnya 50 pendeta dilaporkan meninggal karena virus corona di Italia.

Italia adalah negara dengan dampak terburuk di dunia dimana kasus kematian mencapai angka 6.077. Total kasus infeksi mencapai 63.927 dan 7.432 pasien dipulangkan dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh.

Negara itu telah menerapkan kebijakan lockdown paling lama sebagai upaya menghentikan penyebaran infeksi dari wilayah utara Lombardy yang paling parah terjangkit wabah.

Italia menutup perusahaan dan melarang perkumpulan publik di seluruh negeri pada 12 Maret untuk menghentikan penyebaran virus.

Bar, restoran, dan banyak toko tutup, begitu juga dengan sekolah dan universitas.

Rekomendasi