Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Kualanamu Lumpuh dalam Dua Hari

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, 98 Penerbangan di Bandara Kualanamu Lumpuh dalam Dua Hari

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Kualanamu Lumpuh dalam Dua Hari
Suasana penumpang Bandara Kualanamu, puluhan penerbangan dibatalkan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau. (merdeka.comUga Andriansyah)

Sebanyak 98 jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, terpaksa dibatalkan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi ini melumpuhkan operasional penerbangan dari Jakarta dan sekitarnya.

​Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengungkapkan, pembatalan massal ini merupakan akumulasi dampak penutupan sementara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) yang diperpanjang hingga Senin (7/9) sore.

​Berdasarkan data terbaru per pukul 10.50 WIB, tercatat ada 40 penerbangan yang dibatalkan pada Senin ini. Jumlah tersebut menyusul rekor pembatalan sehari sebelumnya, di mana pada Minggu (6/9) terdapat 58 penerbangan yang dibatalkan serta satu penerbangan internasional rute Amsterdam–Soekarno-Hatta yang terpaksa dialihkan atau diverted ke Kualanamu.

​"Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, khususnya penerbangan yang terhubung dengan CGK dan HLP," ujar Hikmat dalam keterangan resminya, Senin (7/9).

​Akibat pembatalan beruntun selama dua hari ini, ribuan calon penumpang dilaporkan tertahan di area Bandara Kualanamu sambil menunggu kejelasan penyesuaian jadwal atau pengembalian dana atau refund dari pihak maskapai masing-masing.

​Kendati arus penerbangan tujuan Jakarta lumpuh total, pihak pengelola memastikan bahwa operasional fisik Bandara Kualanamu secara umum masih berjalan normal. Selain Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, dampak erupsi gunung api di Lampung Selatan tersebut turut memaksa penutupan sementara di Bandara Radin Inten II (Lampung) dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung).

​"Data penerbangan terdampak tersebut bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi operasional penerbangan serta kebijakan masing-masing maskapai," jelas Hikmat.

​PT Angkasa Pura Aviasi terus berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, otoritas bandara, dan maskapai penerbangan. Calon penumpang tujuan Jakarta diimbau untuk proaktif memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing guna menghindari penumpukan di terminal bandara.

Rekomendasi