Kanselir Angela Merkel: 70 Persen Warga Jerman Bisa Terinfeksi Virus Corona

Kanselir Jerman, Angela Merkel menyampaikan pihaknya akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk mengatasi wabah virus corona yang menurutnya bisa menginfeksi 70 persen warga negaranya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kanselir Angela Merkel: 70 Persen Warga Jerman Bisa Terinfeksi Virus Corona
Angela Merkel. ©Daily Mail

Kanselir Jerman, Angela Merkel menyampaikan pihaknya akan melakukan segala upaya yang diperlukan untuk mengatasi wabah virus corona yang menurutnya bisa menginfeksi 70 persen warga negaranya.

"Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk mengatasi ini. Dan kemudian pada akhirnya kita akan lihat apa artinya bagi anggaran kita," jelasnya kepada wartawan pada Rabu, dikutip dari Reuters, Kamis (13/3).

Meskipun mengakui dia tidak tahu bagaimana krisis ini akan berkembang, Merkel mengatakan risikonya sangat besar.

"Ketika virus ada di luar sana, dan populasi tak punya kekebalan dan tak ada vaksinasi atau terapi yang tersedia, kemudian persentase tinggi - pakar mengatakan 60 sampai 70 persen populasi - akan terinfeksi, selama ini tetap demikian," jelasnya.

Pernyataan Merkel menuai kritik dari Perdana Menteri Ceko, mengatakan pernyataan itu dapat menyebabkan kepanikan.

Jerman mengonfirmasi tiga kematian karena virus corona. Negara itu juga melaporkan 1.567 kasus, menurut Robert Koch Institute untuk pengendalian penyakit.

Kasus pertama yang menginfeksi pejabat dilaporkan pada Rabu. Anggota parlemen dari partai liberal Pembebasan Demokrat dinyatakan positif virus corona dan para staf Pembebasan Demokrat dikarantina.

Merkel menyampaikan pernyataannya tentang virus corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO setelah koran Bild mengkritik keras Merkel karena menyebut "kekacauan corona".

"Tidak ada kehadiran, tidak ada pidato, tidak ada kepemimpinan dalam krisis," kritik Bild.

Merkel mendesak warga Jerman untuk memperhatikan higienitas diri sendiri dan kontaknya, menyarankan agar warganya tidak bersalaman satu sama lain tapi bertatapan lebih lama.

"Kami akan melakukan apapun yang dibutuhkan sebagai sebuah negara, dan juga bersama-sama dengan Eropa," ujar Merkel saat berbicara di hadapan pemimpin Uni Eropa dan Presiden Bank Central Eropa (ECB) pada Selasa malam.

"Kami belum dapat mengukur konsekuensi ekonomi ... tetapi kami akan bereaksi," kata Merkel.

Dalam sebuah wawancara radio, Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengatakan penutupan perbatasan, seperti yang dilakukan Austria terhadap Italia, tidak akan berhasil.

Pada konferensi pers dengan Merkel, ia mendesak warganya untuk menjauhi pertandingan sepak bola, konser dan klub. Sebanyak 16 negara bagian dan otoritas regional harus memutuskan sendiri apakah akan mengikuti saran Spahn untuk membatalkan acara dengan lebih dari 1.000 orang.

Pemerintahan kota Berlin mengatakan melarang kegiatan dengan peserta lebih dari 1.000 orang sampai pertengahan April.

Rekomendasi