Mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma Bantah Jadi 'Raja' Korupsi

Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma membantah tuduhan dirinya sebagai korupsi dalam persidangan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma Bantah Jadi 'Raja' Korupsi
Jacob zuma. ©wikipedia

Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma menyampaikan kepada hakim tuduhan korupsi yang dialamatkan kepadanya adalah sebuah konspirasi yang bertujuan menyingkirkannya dari dunia politik. Dia muncul pertama kalinya dalam persidangan atas hasil penyelidikan terkait tuduhan dia mengomandoi jaringan korupsi selama masa jabatannya.

Para pendukungnya bersorak saat dia memasuki ruang persidangan. Demikian dilansir dari laman BBC, Selasa (16/7).

Zuma (77), dipaksa mundur sebagai presiden pada Februari 2018. Dia digantikan wakilnya, Cyril Ramaphosa yang berjanji akan mengatasi korupsi di Afrika Selatan. Ramaphosa menyebut masa jabatan Zuma selama sembilan tahun sia-sia.

Tuduhan kepada Zuma fokus pada kedekatannya dengan keluarga Gupta yang kontroversial, yang dituding mempengaruhi penunjukan menteri kabinet dan memenangkan tender negara yang menguntungkan melalui korupsi.

Dia juga dituduh menerima suap dari perusahaan logistik Bosasa, yang dijalankan keluarga Watson. Mereka semua menyangkal tuduhan tersebut.

"Saya telah difitnah, dituduh sebagai raja orang yang korup," kata Zuma dalam penyelidikan yang dipimpin Hakim Ray Zondo.

Dia menyerang, secara rinci - dan dengan marah - pada apa yang dia katakan sebagai konspirasi selama puluhan tahun terhadapnya. Dia menyiratkan Inggris dan AS telah - dan masih - menjadi bagian dari kelompok yang mendiskreditkannya, bahkan ketika dia mencoba membawa perubahan politik dan ekonomi di Afrika Selatan.

Zuma menuduh mantan menteri pemerintah Ngoako Ramatlhodi, yang memberikan bukti yang memberatkan kepadanya, adalah bagian dari kelompok itu. Agen terlatih asing lainnya telah mencoba meracuninya, kata Zuma, tanpa menyebut nama mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan situs web News24, Ramatlhodi membantah menjadi mata-mata. Dia siap menjalani tes pendeteksi kebohongan, dan menantang Zuma melakukan hal yang sama.

Menjelang persidangan, suasana hati Zuma sedang baik. Dia mengunggah video dirinya di Twitter menertawakan nyanyian "Zuma harus jatuh!".

Terkait keluarga Gupta, Zuma mengatakan keluarga itu sangat baik.

"Saya tidak pernah bertindak apa pun dengan mereka secara ilegal. Mereka teman, sebagaimana mereka berteman dengan orang lain," kata Zuma, seraya menambahkan bahwa mereka juga berteman dengan mantan presiden Nelson Mandela dan Thabo Mbeki.

Dia keberatan dengan tuduhan telah membiarkan negara "dikuasai" oleh keluarga tersebut, dan telah menjual negara dengan harga murah.

"Apakah saya melelang Gunung Table? Apakah saya melelang Johannesburg?" ujarnya.

Rekomendasi