Partai pro-militer Palang Pracharat memenangkan pemungutan suara populer dalam pemilihan umum digelar pada Minggu (24/3) dengan perolehan 8,4 juta surat suara. Hasil tersebut dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum setelah partai merilis hasil tidak resmi dari pemilihan pertama sejak kudeta militer tahun 2014 lalu.
Sementara itu, oposisi utama Partai Pheu Thai yang pemerintahannya digulingkan dalam kudeta, memperoleh 7,9 juta suara, sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal KPU, Krit Urwongse, dikutip dari Reuters, Kamis (28/3).
Hasil ini mewakili 100 persen surat suara yang telah dihitung namun akan tetap tidak resmi sampai hasil akhirnya diumumkan pada 9 Mei mendatang. Namun, KPU belum mengumumkan jumlah kursi untuk setiap partai di Dewan Perwakilan Rakyat yang memiliki 500 kursi.
Hasil untuk 350 majelis rendah yang dipilih langsung kursi konstituen menunjukkan bahwa Pheu Thai mendapatkan 137 dan Palang Pracharat sebanyak 97.
Sementara itu, sisa 150 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat akan dialokasikan berdasarkan pertimbangan yang melibatkan jumlah total suara untuk masing-masing partai.
Meski demikian, masing-masing pihak telah menghitung bagian mereka dari kursi yang dialokasikan berdasarkan hasil parsial, dan baik Palang Pracharat ataupun Pheu Thai mengklaim mereka memiliki mandat untuk membentuk pemerintahan berikutnya.