Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menuding Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan pemerintah Kolombia dan mafia untuk membunuhnya. Namun, Maduro menegaskan dirinya memiliki pengamanan untuk melindunginya dari ancaman pembunuhan.
"Tanpa keraguan, Donald Trump memberi perintah untuk membunuh saya, disampaikan kepada Pemerintah Kolombia, mafia Kolombia untuk membunuh saya. Jika sesuatu terjadi pada saya, Donald Trump dan Presiden Kolombia Ivan Duque yang akan bertanggung jawab," kata Maduro kepada kantor berita internasional Rusia, RIA Novosti, dilansir dari Russia Today, Kamis (31/1).
Kendati demikian, Maduro menyatakan percaya diri dengan sistem keamanan negaranya. "Saya selalu dijaga rakyat Venezuela. Kami memiliki layanan intelijen yang baik," jelasnya.
Maduro mengklaim Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton telah mencegah Trump berkomunikasi dengan pemerintah Venezuela. Maduro mengakui dirinya telah berulang kali mencoba berkomunikasi dengan Trump, tapi gagal.
"Selama bertahun-tahun, saya pribadi berusaha (membangun dialog). Tapi Bolton mencegah Donald Trump membuka dialog dengan Nicolas Maduro. Saya punya informasi bahwa dia melarang (dialog) ini," kata Maduro.
Maduro saat ini tengah menghadapi tantangan dari pemimpin oposisi Juan Guaido. Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela pekan lalu di tengah gelombang unjuk rasa atas krisis politik dan ekonomi di negara kaya minyak itu. Guaido pun mendapat pengakuan dari AS dan beberapa negara lainnya.