Singapura akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Rencananya KTT tersebut akan digelar pada 12 Juni mendatang.
Hanya tinggal hitungan hari jelang KTT, berbagai persiapan pun dilakukan oleh negara masing-masing agar pertemuan ini berjalan dengan lancar. Sebagai tuan rumah, Singapura pun turut melakukan persiapan khususnya yang berkaitan dengan logistik dan keamanan.
Dilansir dari laman Asia One, Jumat (1/6), pemerintah Singapura telah mengerahkan pasukan polisi untuk mengunci kota agar keamanan selama kunjungan Trump dan Kim tetap terjaga.
Selain itu, Singapura pun mengatur kunjungan wartawan yang akan ikut meliput pertemuan bersejarah ini. Diperkirakan, akan ada ribuan wartawan yang datang ke Singapura khusus di hari tersebut. Bahkan, kamar hotel di negara tersebut pun sudah tidak tersedia karena sudah dipesan.
"Sekitar 3.000 orang diperkirakan akan mengajukan akreditasi media untuk meliput pertemuan ini," demikian pernyataan sumber yang terlibat dengan perencanaan acara.
Sebagaimana diketahui, pertemuan ini sebelumnya sempat dibatalkan secara sepihak oleh Trump. Namun kemudian Trump meralat kembali ucapannya.
Para pejabat tinggi dari masing-masing negara juga mencoba menyelamatkan pertemuan tersebut agar tetap terlaksana. Bahkan pada Rabu (30/5) lalu, kaki tangan Kim, Kim Yong-chol, menyambangi New York, AS, untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.
Keduanya bertemu untuk mendiskusikan pertemuan antara dua pemimpin tersebut. Pertemuan yang diawali dengan makan malam di apartemen pribadi itu berjalan dengan baik.