Rusia menyesalkan tuduhan tak berdasar oleh Tim Investigasi Gabungan (JIG) yang menyelidiki jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di sebelah timur Ukraina pada 2014. Pihaknya menilai pernyataan yang dikeluarkan hanya untuk mendiskreditkan negara mereka di mata masyarakat internasional.
"Tidak ada bukti, tentu saja, kecuali video visual yang dibuat mencolok oleh blogger Bellingcat," ujar pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, yang dilansir, Jumat (25/5).
Bellingcat adalah sebuah situs web yang didirikan oleh jurnalis warga berkebangsaan Inggris, Eliot Higgins. Bellingcat menerbitkan beberapa temuan investigasi jurnalis warga. Salah satu yang mendapat perhatian internasional adalah analisisnya terhadap data palsu citra satelit jatuhnya pesawat Malaysia AirlinesMH17 selama perang yang berlangsung di Ukraina timur.
JIG yang dipimpin Belanda, menyebut rudal BUK yang menghantam MH17 ditembakkan oleh konvoi militer Rusia, Brigade Pertahanan Udara 53 yang bermarkas di Kota Kursk.
Penyataan itu mengatakan, bahwa hasil temuan JIG membingungkan karena mereka mengemukakan teori ini pada saat Rusia belum selesai memeriksa permintaan bantuan hukum dari Kantor Penuntut Belanda.
"Kami mencatat bahwa materi yang ditunjukkan pada konferensi pers mengabaikan sejumlah besar informasi yang diberikan oleh Rusia kepada JIG. Tidak ada yang dikatakan tentang bantuan yang kami berikan selama penyelidikan. Orang-orang di belakang presentasi lupa menyebutkan bahwa kami menjadi tuan rumah bagi para ahli dan penyelidik Belanda dari Kantor Penuntut Belanda di Moskow," ujar pernyataan itu.
"Menguraikan dan menyerahkan data teknis dan desain rudal Buk kepada para penyelidik, dan memberikan hasil dari eksperimen skala penuh yang dilakukan oleh Almaz-Antey, produsen sistem rudal anti-pesawat jenis ini," tambahnya.
Kementerian itu juga mengatakan bahwa Moskow telah memberikan kepada Belanda data primer yang diterima oleh stasiun radar yang beroperasi di daerah tersebut. "Informasi ini sangat penting karena sepenuhnya obyektif dan tidak bisa dipalsukan atau diubah," kata pernyataan itu.
Rusia pun memiliki pertanyaan mengenai motif apa yang menjadi dasar JIG untuk mengambil kesimpulan awal.
"Semua ini hanya menegaskan kekhawatiran kami sebelumnya soal bias, dan penyelidikan sepihak yang dilakukan".
Walau begitu, Rusia berjanji akan tetap memberikan bantuan sehingga kebenaran tentang jatuhnya pesawat MH17 dapat ditemukan, dan pelaku sebenarnya bisa dibawa ke pengadilan untuk diadili.