Bantah serang Suriah tiba-tiba, AS sebut sudah lakukan upaya diplomasi

Bantah serang Suriah tiba-tiba, AS sebut sudah lakukan upaya diplomasi. Kami telah menggunakan alat diplomatik dan ekonomi untuk mencoba dan menghindari situasi yang kami hadapi saat ini, kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Bantah serang Suriah tiba-tiba, AS sebut sudah lakukan upaya diplomasi
Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan Jr. ©2017 Merdeka.com/Ira Astiana

Serangan udara Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris terhadap tempat penyimpanan senjata Suriah telah menimbulkan polemik baru dalam konflik di kawasan tersebut. Tiga negara itu menuding Suriah telah melakukan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di Kota Douma.

Meski minim bukti dan belum mendapat persetujuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serangan itu tetap diluncurkan. Namun, AS membantah melakukan serangan ini tanpa bukti cukup dan secara tiba-tiba tanpa melalui proses duduk bersama dengan Suriah.

"Kami telah menggunakan alat diplomatik dan ekonomi untuk mencoba dan menghindari situasi yang kami hadapi saat ini," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan, di Gedung Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/4).

"Perlu diingat bahwa Suriah telah menandatangani konvensi senjata kimia pada 2013 lalu melalui kerangka Jenewa. Di kerangka itu tertera bahwa Suriah berjanji untuk menyerahkan semua senjata kimianya dan Rusia menjadi penjamin dari kerangka tersebut," tambahnya.

Namun, kata Donovan, kerangka mengenai konvensi senjata kimia ini hasilnya nihil. Oleh karena itu, negaranya membentuk pasukan dengan Inggris dan Prancis untuk melemahkan persenjataan Suriah melalui serangan udara dilakukan Sabtu (14/4) lalu.

"Kami sudah meminta Rusia untuk memenuhi komitmen internasionalnya dan memastikan bahwa semua senjata kimia harus dimusnahkan dari Suriah. Tetapi sampai saat ini hal itu belum dilakukan," pungkasnya.

Rekomendasi