Gagal selidiki peringatan penembakan di Florida, Direktur FBI dipaksa mundur

Direktur FBI Christopher Wray dipaksa mengundurkan diri karena gagal menyelidiki peringatan penembakan yang dilakukan Nikolas Cruz di Florida. Peringatan tersebut muncul enam minggu sebelum serangan terjadi.

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Gagal selidiki peringatan penembakan di Florida, Direktur FBI dipaksa mundur
aksi lilin di Florida. ©REUTERS

Direktur FBI Christopher Wray dipaksa mengundurkan diri karena gagal menyelidiki peringatan penembakan yang dilakukan Nikolas Cruz di Florida. Peringatan tersebut muncul enam minggu sebelum serangan terjadi.

Agensi tersebut mengatakan seseorang yang dekat dengan pelaku memberitahukan adanya peringatan pada FBI, tepatnya pada 5 Januari. Namun peringatan ancaman tersebut tidak diteruskan.

Pria bernama Ben Bennight melaporkan kepada FBI pada bulan September tentang sebuah komentar di Youtube dengan nama Cruz yang berbunyi: "Saya akan menjadi penembak sekolah profesional."

"Penelepon memberikan informasi tentang kepemilikan senjata Cruz, keinginan untuk membunuh orang, perilaku tidak menentu, dan mengganggu dengan unggahan di media sosial, serta potensi dirinya melakukan penembakan di sekolah," kata FBI.

Gubernur Florida Rick Scott mengatakan kegagalan FBI dalam mengambil tindakan tidak bisa diterima. Dia juga memaksa agar Direktur FBI mengundurkan diri.

"Tujuh belas orang tak bersalah tewas, dan pengakuan kesalahannya tidak akan memutusnya (dari desakan mundur). Permintaan maaf tidak akan pernah membawa orang-orang Florida kembali ke kehidupan atau kenyamanan, (terutama pada) keluarga yang sedang sakit," kata Gubernur Scott dilansir dari laman Sky News.

Wray mengaku menyesal atas lambannya respons dari ancaman penembakan ini. "Kami sudah berbicara dengan keluarga korban, dan sangat menyesal atas rasa sakit yang berkelanjutan, yang menyebabkan semua orang menjadi korban tragedi mengerikan ini."

Rekomendasi