Polisi sebut wanita Filipina tidak ada kaitan dengan penembakan di Las Vegas

Polisi sebut wanita Filipina tidak ada kaitan dengan penembakan di Las Vegas. Dia merupakan kekasih Paddock yang sempat menginap bersamanya di Hotel Mandalay Bay selama beberapa hari. Namun, saat Paddock melancarkan aksi penembakan, Danley dilaporkan sedang berada di Jepang.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Polisi sebut wanita Filipina tidak ada kaitan dengan penembakan di Las Vegas
Marilou Danley. ©Heavy.com

Polisi Las Vegas, Amerika Serikat, menyatakan Marilou Danley, 62 tahun, perempuan asal Filipina yang sebelumnya diburu dianggap tidak ada kaitannya dengan insiden penembakan dilakukan Stephen Paddock saat konser musik country kemarin.Marilou Danley merupakan kekasih Paddock yang sempat menginap bersamanya di Hotel Mandalay Bay selama beberapa hari. Namun, saat Paddock melancarkan aksi penembakan, Danley dilaporkan sedang berada di Jepang.Dilansir dari laman Straits Times, Selasa (3/10), Danley merupakan mantan wanita penghibur kelas elit di sebuah kasino. Dia menjalin hubungan dengan Paddock dan tinggal bersama di Mesquite, Nevada, sejak Januari tahun ini.Sebelum tinggal bersama Paddock, perempuan tersebut juga tercatat pernah tinggal di Ohio, Arkansas, dan Tennessee.Kini polisi sudah membersihkan nama Danley dari segala tuduhan.Berdasarkan penyelidikan polisi, Paddock merupakan mantan akuntan sekaligus pengusaha di bidang properti dengan nilai aset jutaan dolar. Dia melakukan aksi penembakan dari kamar hotelnya di lantai 32. Saat penembakan, Tim SWAT menerobos maju menggerebek kamar tersebut. Mereka menemukan Paddock sudah tewas bunuh diri. Polisi juga mengaku menemukan 16 pucuk senjata dan ratusan amunisi di kamar itu.Pada penggeledahan lanjutan, polisi menemukan 18 pucuk senjata dan ribuan senjata di rumah Paddock di Mesquite. Ada juga bahan peledak di mobilnya.Diduga dia membeli semua senjata itu pada musim semi lalu. Negara bagian setempat memang longgar pada kepemilikan senjata api.Sementara itu, kelompok militan ISIS mengklaim Paddock merupakan anggota mereka yang baru saja memeluk agama Islam beberapa bulan lalu."Penyerangan di Las Vegas dilakukan oleh seorang tentara ISIS dan dia melakukannya sebagai respons atas serangan negara koalisi," kata media ISIS, Amaq, yang dilansir Reuters.Kepolisian Las Vegas membantah klaim tersebut. Bantahan itu didukung oleh FBI yang menyebut tidak ada koneksi antara kejadian ini dengan kelompok teroris internasional manapun.

Rekomendasi