Tunawisma pahlawan bom Manchester ternyata curi kartu kredit korban

Menurut Kepolisian Manchester Raya, Parker disangka mencuri kartu kredit milik Pauline Healey. Saat itu Healey menjadi salah satu korban bom bunuh diri dilakukan mendiang Salman Abedi (22). Diduga Parker mencuri saat Healey dalam keadaan terluka dan pingsan sesaat setelah ledakan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Tunawisma pahlawan bom Manchester ternyata curi kartu kredit korban
Chris Parker. ©2017 Katie Lunn-Mirrorpix_The Guardian

Seorang tunawisma di Manchester, Inggris, Chris Parker (33), yang menyelamatkan korban ledakan bom bunuh diri usai konser Ariana Grande di Manchester Arena pada 22 Mei lalu kini ditangkap polisi. Dia disangka mencuri dua kartu kredit dari salah satu korban bom.Dilansir dari laman The Guardian, Rabu (16/8), Menurut Kepolisian Manchester Raya, Parker disangka mencuri kartu kredit milik Pauline Healey. Saat itu Healey menjadi salah satu korban bom bunuh diri dilakukan mendiang Salman Abedi (22). Diduga Parker mencuri saat Healey dalam keadaan terluka dan pingsan sesaat setelah ledakan.Parker sudah dibekuk dan kini dijerat dua sangkaan pencurian. Dia bakal diadili di Pengadilan Manchester dan Salford hari ini.Healey beserta anak perempuannya, Samantha, beserta cucu, Sorrel Leczkowski, menyaksikan konser Ariana Grande pertengahan Mei lalu. Dalam serangan bom bunuh diri, Sorrel tewas di tempat. Sedangkan Healey dan Samantha terluka parah dan koma selama beberapa hari. Dia juga menjalani operasi buat mengangkat serpihan bom.Sehari selepas kejadian, Parker mendadak tenar dan diburu pewarta. Dia mengatakan ketika ledakan terjadi tengah berada tak jauh dari tempat kejadian. Dia sempat terjatuh dan kemudian hendak pergi dari lokasi. Namun, dia beralasan suara hatinya mendesak dia supaya kembali dan menolong korban. Dia pun dianggap pahlawan.Sejak itu, Parker masih hidup menggelandang, meski sudah menerima sumbangan sebesar GBP 50 ribu (sekitar Rp 860 juta).Padahal, permintaan sumbangan buat Parker melalui situs GoFundMe sudah terkumpul dana sekitar GBP 52 ribu. Namun, sang penggagas, Michael Johns, kini menyatakan tidak bakal buru-buru mencairkan sumbangan buat Parker, dan menunggu proses hukum dijalani gelandangan itu.

Rekomendasi