Sikap saling bantu, apalagi terhadap para pengungsi dari Suriah, ditunjukkan oleh seorang perempuan asal Libanon. Dia rela membongkar makam sang anak supaya bisa memakamkan seorang bocah pengungsi Suriah yang meninggal akibat kebakaran.
Dilansir dari laman Al Arabiya, Selasa (18/7), peristiwa itu diunggah di laman akun Facebook lembaga nirlaba Refugees Without Borders. Tepatnya di wilayah Lembah Bekaa.
Menurut keterangan mereka, perempuan yang mengenakan jilbab merah dan baju hitam itu rela membongkar makam anaknya yang wafat setahun lalu, buat kemudian diisi lagi oleh jasad bocah pengungsi Suriah yang meninggal dalam kebakaran. Api menghanguskan kamp pengungsian di Lembah Bekaa.
Tidak jelas mengapa pengurus pemakaman melarang jasad pengungsi Suriah dimakamkan di sana. Hanya saja, sejumlah pemerintah daerah di Libanon sengaja melarang jasad pengungsi dikubur di pemakaman setempat dengan alasan khawatir terlampau penuh.
Sekitar 1,5 juta pengungsi bermukim di Libanon saat ini. Kebanyakan dari mereka menetap di kamp pengungsian di Lembah Bekaa dan di sebelah utara Libanon. Namun, mereka hidup serba pas-pasan.