UEA minta Indonesia bantu penyelesaian konflik Qatar-Liga Arab

UEA minta Indonesia bantu penyelesaian konflik Qatar-Liga Arab. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pagi tadi bertemu dengan Menteri Kesehatan sekaligus Utusan Khusus Uni Emirat Arab Ma'ali Abdurrahman Muhammad al-Uwais.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
UEA minta Indonesia bantu penyelesaian konflik Qatar-Liga Arab
menlu retno dan utusan UEA. ©2017 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta

Posisi Indonesia yang netral dan kesiapan untuk membantu menengahi konflik diplomatik antara Qatar dan Liga Arab rupanya diperhitungkan negara tengah berseteru itu. Karenanya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pagi tadi bertemu dengan Menteri Kesehatan sekaligus Utusan Khusus Uni Emirat Arab Ma'ali Abdurrahman Muhammad al-Uwais, untuk membahas hal ini.Retno menyebutkan Utusan Khusus Uni Emirat Arab itu menyampaikan beberapa pesan untuk Indonesia. Pesan ini disampaikan lantaran Uni Emirat Arab menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan semua negara.Utusan Khusus tersebut menuturkan setuju dengan opsi yang ditawarkan Indonesia mengenai dialog dan penyelesaian secara politik. Indonesia sebelumnya menyebutkan opsi tunggal tersebut dan kesediaan Indonesia membantu menengahi masalah di Teluk Arab tersebut."Saya baru saja menerima Utusan Khusus dari Uni Emirat Arab untuk menyampaikan beberapa pesan untuk Indonesia. Kenapa Indonesia? Karena mereka menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan baik dengan semua negara, posisinya dinilai seimbang dalam politik luar negerinya dan dinilai selalu ingin memberikan kontribusi dalam terciptanya perdamaian dunia," ujar Retno saat ditemui di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (15/6)."Di antara beberapa pesan, yang disampaikan utama adalah dia setuju adanya dialog dan penyelesaian secara politik ini adalah opsi tunggal yang paling memungkinkan yang bisa dicapai, jadi kita bicara bahwa militer option is not an option," imbuhnya.Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini menyebutkan posisi dasar Indonesia adalah mengedepankan dialog mencegah adanya peningkatan tensi."Indonesia siap membantu," serunya.Sejak pertama kali krisis diplomatik, Retno yang baru pulang dari Nigeria melakukan transit di Doha. Dalam transitnya itu, dia menghubungi para menlu Timur Tengah membahas perkembangan kawasan Teluk tersebut.Retno menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi. Hal ini disambut baik oleh para menteri. Kunjungan ini dinilai sebagai respons Timur Tengah atas kesiapan Indonesia untuk membantu krisis yang tengah terjadi di sana.Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan beberapa negara lain di Timur Tengah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Alasan di balik pemutusan hubungan ini lantaran Qatar dinilai mendukung dan membiayai aksi terorisme di berbagai belahan dunia.

Rekomendasi