RI minta Myanmar ungkap kejadian sebenarnya terkait muslim Rohingya

RI minta Myanmar ungkap kejadian sebenarnya terkait muslim Rohingya. Sebagai negara yang tergabung dalam ASEAN, Indonesia juga turut merasa bertanggung jawab dalam mencari penyelesaian konflik di Myanmar. Pemerintah juga meminta agar Myanmar dapat mengembalikan situasi aman di Negara Rakhine.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
RI minta Myanmar ungkap kejadian sebenarnya terkait muslim Rohingya
Muslim Rohingya kabur ke Bangladesh. ©REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

Konflik yang terjadi antara penduduk Myanmar beragama Buddha dan etnis Rohingya beragama Islam hingga kini masih terus terjadi. Hal tersebut mengundang keprihatinan dari berbagai negara tak terkecuali Indonesia.Sebagai negara yang tergabung dalam ASEAN, Indonesia juga turut merasa bertanggung jawab dalam mencari penyelesaian konflik tersebut. Bahkan, Dirjen Asia Pasifik Afrika telah bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia dan meminta pemerintah Myanmar mengungkap perkembangan kondisi muslim Rohingya saat ini."Selain itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga berbicara kepada menlu Myanmar untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan di negara itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nassir, di ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (22/11).Pemerintah juga meminta agar Myanmar dapat mengembalikan situasi aman di Negara Bagian Rakhine dan melindungi serta menghormati hak asasi manusia masyarakat di Rakhine yang dihuni minoritas Islam dari etnis Rohingya. Sebab jika tidak, hal tersebut tidak hanya berdampak di Myanmar saja tapi juga di negara ASEAN lainnya."Merupakan kepentingan bersama negara ASEAN untuk menjaga stabilitas di kawasan. Apabila ada satu negara terjadi ketidakstabilan maka dampaknya tidak saja kepada negara tersebut tetapi juga kepada seluruh kawasan. Tentu yang disebutkan adalah dampak negatif," kata pria yang akrab disapa Tata."Ini seperti krisis tahun 1997. Yang mana diawali oleh salah satu negara ASEAN sehingga memakan waktu lebih dari 10 tahun untuk kembali ke situasi normal. Apabila konflik ini terus terjadi, maka dampaknya akan sama dirasakan oleh seluruh kawasan," beber Tata.Tata juga menegaskan, Indonesia terus mendukung Myanmar dalam menuntaskan konflik ini termasuk melalui pembangunan inklusif di Negara Bagian Rakhine."Pemerintahan Myanmar itu kan baru dipilih secara demokratis sehingga menjadi kepentingan kawasan untuk ikut memastikan Myanmar berhasil melakukan reformasi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya," tuntas Tata.

Rekomendasi