Wakil Direktur Jenderal Bagian Asia, Timur Tengah dan BRICS Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, Prof. Anil Sooklal menyebutkan organisasi Indian Ocean Rim Association (IORA) akan terus mengusung tema perdamaian, salah satunya perdamaian yang terjadi di wilayah perairan Samudra Hindia. Hal ini tentunya sejalan dengan IORA Concord yang dikeluarkan tahun lalu.
"Isu perdamaian dan stabilitas di kawasan Samudra Hindia sangat penting. Berdasarkan dengan IORA Concord maka dibuatlah working group mengenai peace and stability," ujar Sooklal saat ditemui di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (25/10).
Menurut delegasi Afrika Selatan ini, fokus spesifik yang tengah dibahas IORA adalah masalah keamanan maritim di Samudra Hindia.
"Kami ingin menciptakan kawasan yang damai di Samudra Hindia tanpa sengketa apapun di perairan," lanjut dia.
Sooklal menambahkan, hingga saat ini di Samudra Hindia tidak ada sengketa apapun. Padahal, Samudra Hindia salah satu perairan terbesar yang ada di muka bumi.
Beberapa negara besar ikut dalam keanggotaan IORA, salah satunya adalah India. Sedangkan ada tujuh negara mitra wicara IORA, seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman dan Mesir.
"Jangan bawa sengketa ke dalam keluarga (IORA) kami," tegas Sooklal.
IORA memang merupakan organisasi negara-negara pesisir Samudra Hindia yang biasanya membahas mengenai masalah ekonomi. Namun tahun ini, IORA juga membahas mengenai masalah keamanan maritim dan perdagangan manusia.
Rangkaian acara di Bali ini nantinya akan menjadi cikal bakal KTT IORA yang dilaksanakan Maret mendatang di Jakarta.