Masa berkabung, pemerintah Thailand bagikan kaus hitam gratis

Pemerintah Thailand anggarkan dana hingga ratusan miliar untuk memberikan pakaian hitam gratis pada warga kurang mampu. Hal ini dilakukan agar harga pakaian hitam tidak meroket.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Masa berkabung, pemerintah Thailand bagikan kaus hitam gratis
warga thailand berpakaian hitam untuk hormati wafatnya Raja Bhumibol. ©2016 REUTERS/Edgar Su

Pemerintah Thailand memberikan anggaran dana hingga miliaran rupiah untuk subsidi pakaian hitam gratis selama masa berkabung setahun atas meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej pekan lalu.

Dilaporkan The Independent, Rabu (19/10), Menteri Keuangan Thailand Somchai Sujjapongse menyebutkan dana yang dianggarkan pemerintah Negeri Gajah Putih mencapai 400 juta baht (setara Rp 148 miliar). Kaus hitam ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai bank pemerintah.

Subsidi kaus hitam ini dilakukan agar masyarakat dengan pendapatan minim bisa tetap menggunakan kaus hitam sebagai simbol berkabung atas kematian raja mereka.

"Meski pemerintah sudah menjelaskan pemakaian kaus hitam itu bukan sebuah kewajiban, namun menurut Kementerian Keuangan, akan lebih baik bila masyarakat berpenghasilan rendah ikut mengenakan pakaian hitam," ujar Somchai.

Tak hanya Somchai, juru bicara Perdana Menteri Thailand pun mengemukakan hal yang sama.

"Berdasarkan semakin menipisnya stok kaus hitam, maka harga juga semakin mahal, karenanya Kementerian Perdagangan juga dikirimkan barang-barang untuk memeriksa vendor pakaian putih dan hitam," ujarnya.

Hal ini rupanya untuk memastikan ketersediaan pakaian hitam tetap banyak di Thailand.

Belakangan ini, produsen pakaian di Thailand terlihat sangat sibuk. Penjual mengatakan stok pakaian hitam menipis.

Tak hanya itu, banyak masyarakat terlihat mewarnai baju lama mereka dengan wantex (sejenis pewarna pakaian) hitam.

Raja Bhumibol meninggal pekan lalu. Karenanya, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, mengumumkan satu tahun masa berkabung di Negeri Gajah Putih tersebut.

Rekomendasi