Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton diketahui terdiagnosa pneumonia oleh dokter pribadinya pada Jumat kemarin. Pada peringatan Tragedi WTC pada 11 September kemarin, Hillary diberitakan terkulai lemas hingga harus meninggalkan tempat upacara peringatan dengan dibantu oleh sejumlah ajudan.
Menyoroti hal tersebut, Hillary berbicara kepada CNN, bahwa kesehatannya saat itu tidak seburuk yang terekam dalam video yang tersebar viral.
"(Memang) saya merasa pusing, saya kehilangan keseimbangan selama satu menit. Namun ketika saya sudah masuk mobil (van), ketika saya sudah duduk, ketika keadaan sudah sejuk, ketika saya sudah meneguk air, saya secara cepat merasa lebih baik," seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (13/9).
Hillary juga menegaskan akan siap kembali berkampanye dalam beberapa hari ke depan.
"Saya merasa sehat dan membaik," cuitnya di Twitter kemarin. "Saya hanya trauma kembali ke tempat itu (Tragedi WTC). Sampai jumpa di kampanye segera."
Seperti diketahui, Jumat sebelumnya, saat pemeriksaan, Hillary terdiagnosa dengan pneumonia oleh dokter pribadinya Lisa R Bardack.
"Hillary sudah meminum antibiotik dan disarankan untuk mengatur ulang jadwalnya (kampanye)," kata Bardack.
Hadirnya Hillary dalam upacara peringatan Tragedi WTC kemarin tercatat selama 90 menit. Hillary tiba-tiba terhuyung langsung menjadi incaran awak media. Sayangnya, wartawan tidak diizinkan untuk lebih mendekat dan mengetahui apa yang terjadi. Tim sukses Hillary pun bungkam pada saat kejadian saat diminta konfirmasi terkait.