ASEAN klaim berhasil berantas kemiskinan di Asia Tenggara

Sekretaris Jendral Lee Luong Minh mengatakan keberhasilan ini adalah kemenangan besar bagi ASEAN.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
ASEAN klaim berhasil berantas kemiskinan di Asia Tenggara
Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Di hari jadi ASEAN ke-49, Sekretaris Jendral Lee Luong Minh dengan lantang menyebutkan organisasi kawasan ini berhasil memerangi kemiskinan di Asia Tenggara dengan sangat luar biasa. Lee menuturkan hal tersebut adalah kemenangan besar bagi ASEAN."Ini adalah kemenangan dan evolusi terbesar ASEAN sejak didirikan pada tahun 1967. Integrasi ASEAN telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan ASEAN mencapai sukses yang luar biasa dalam mengurangi kemiskinan di kawasan," ujar Lee di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (15/8).Pada 22 November tahun lalu, seru Lee, dua deklarasi dikeluarkan dalam pertemuan kepala negara ASEAN ke-27. Dalam deklarasi tersebut, ASEAN terbukti terintegrasi secara politik dan ekonomi, serta bertanggung jawab terhadap masyarakat.Selain berhasil di bidang ekonomi, Lee mengatakan ASEAN juga berhasil dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, informasi, meningkatkan kesadaran bencana dan mempersempit kesenjangan pembangunan di kawasan. Lee juga dengan tegas menyatakan ASEAN harus kuat menghadapi segala tantangan bersama-sama."Selama bertahun-tahun ASEAN sebagai pusat pertumbuhan di Asia Pasifik yang memungkinkan untuk memainkan peran sentral dalam perkembangan arsitektur regional. ASEAN juga sudah berhasil mengurangi ketegangan dan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," sambung dia.Stabilitas dan perdamaian, serta keamanan di kawasan, menurut Lee, terbentuk berdasarkan ikatan pertumbuhan politik, persatuan di antara negara-negara anggota ASEAN. Pemeliharaan mental ASEAN juga menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan lingkungan yang kondusif dan juga menjaga kemakmuran ASEAN."Hal ini yang akan diadopsi dalam visi komunitas ASEAN 2020-2025," sambung Lee.Lee menambahkan, visi ASEAN tersebut menyediakan platform lengkap untuk organisasi itu memperdalam dan memperkuat proses integrasi regional dalam kepentingan terbaik rakyat dan daerah secara keseluruhan.Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan untuk menjaga stabilitas di kawasan tidak bisa sekejap saja."Stabilitas ASEAN harus dibentuk dan dipelihara dari waktu ke waktu. Karenanya perlu saya ingatkan kembali pentingnya persatuan dan sentralitas di ASEAN," ujar Retno.
"Jangan lupa juga apapun yang dilakukan ASEAN ke depan, harus dekat dengan rakyatnya. Lagi pula rakyatlah yang berfungsi sebagai peraih manfaat dari ASEAN," sambung mantan Dubes untuk Belanda ini.ASEAN merupakan organisasi kawasan Asia Tenggara yang terdiri dari 10 negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar dan Vietnam. ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 silam.

Rekomendasi