Miming teriak minta jangan dibunuh sebelum ditemukan tewas

Teriakan dia terdengar oleh penghuni apartemen Breakfast Point.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Miming teriak minta jangan dibunuh sebelum ditemukan tewas
WNI dibunuh di Sydney. ©2016 Merdeka.com

Penghuni Breakfast Point mengaku mendengar suara teriakan sekitar satu kilometer dari tempat Miming Listyani (27) ditemukan tewas. Miming merupakan warga negara Indonesia yang dibunuh diduga oleh anggota kelompok Bali Nine, Khanh Thanh Ly (35).

"Saya mendengar ada seorang perempuan berteriak 'jangan bunuh saya, jangan bunuh saya," kata seorang penghuni, seperti dilansir dari Daily Telegraph, Sabtu (9/4).

Dia menduga pria yang membunuh Miming melakukan kekerasan terlebih dulu sebelum menghabisi nyawa perempuan malang tersebut. Pria tak disebutkan namanya menyebutkan banyak darah berceceran di Vineyard Way, selain itu ditemukan juga sepatu perempuan dan sebuah kartu bank yang sudah diamankan polisi sebagai barang bukti.

"Sayang bercak darah sudah mulai terhapus oleh jejak kaki, bus dan mobil di jalan," lanjut dia.

Polisi mengaku belum mengetahu dari mana awal perempuan ini diserang, namun mereka mendapat panggilan dari warga sekitar ada kekerasan di Taman Cabarita. Bill Langton, yang juga salah satu penghuni mengatakan teriakan terdengar di atas jam 11 malam.

"Sedikit mengganggu memang, namun saya rasa saya mendengar tiga teriakan, dan paginya, ditemukan seorang perempuan tewas di sungai sebelah Breakfast Point," aku Langton.

Miming Listyani ditemukan tewas mengambang di Sungai Parramatta, di Kota Sydney, Australia. Perempuan berkebangsaan Indonesia itu tewas tanpa mengenakan busana.

Ly, pria yang diduga anggota jaringan narkoba Australia, Bali Nine, juga ditangkap dekat jasad korban dengan kondisi bugil. Polisi lokal mengatakan tersangka sempat mencoba kabur, namun berhasil dibekuk aparat dan dibawa ke markas kepolisian Burwood.

Pria yang dikenal dengan sebutan Buddha merupakan teman sekolah terpidana mati Myuran Sukumaran. Pria keturunan India itu tewas dieksekusi tahun lalu bersama Andrew Chan.

Rekomendasi