Eropa kembali dicekam teror setelah dua ledakan mengguncang Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, pagi kemarin. Sekira satu jam kemudian bom meledak di stasiun kereta Maalbeek, tidak jauh dari kantor Uni Eropa.Serangan teror beruntun itu menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai ratusan lainnya. Pertanyaannya, mengapa Belgia?Sekitar 300 hingga 400 warga Belgia diketahui pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Jabhat al-Nusra. Belgia termasuk salah satu negara 'pengekspor' militan terbanyak di Benua Biru.Para pelaku penyerang kantor Tabloid satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis Januari tahun lalu juga diketahui mendapat pasokan senjata dari seorang warga Belgia.Apa yang sedang terjadi di Belgia sebenarnya? Sekitar enam persen rakyat Belgia adalah muslim. Kebanyakan mereka berasal dari Afrika Utara dan imigran Turki.Seperti dikutip dari situs Slate.com, Narablog asal Belgia sekaligus pelacak para teroris Pieter Van Ostayen pernah menulis,"Pemerintah Belgia dalam beberapa dekade terakhir tidak pernah merangkul komunitas muslim." Dia juga menyebut ada sekitar 560 warga Belgia berangkat ke Suriah dan Irak untuk menjadi jihadis.Warga keturunan Maroko dan imigran Turki beserta keluarga mereka cukup lama dibekap kemiskinan. Komunitas muslim juga pernah dibuat marah lantaran aturan yang melarang muslimah memakai jilbab di Antwerp pada 2009 dan di seantero Belgia pada 2011.Kelompok anti-muslim garis keras seperti dari Partai Vlaams Belang juga kerap membuat situasi semakin panas. Beberapa hari setelah Teror Paris pada November lalu terjadi peningkatan vandalisme pada komunitas muslim.Tumbuh dan berkembangnya paham ekstrem di tengah komunitas muslim Belgia disebabkan adanya kelompok garis keras Sharia4Belgium yang dipimpim oleh sosok bernama Fouad Belkacem. Kelompok yang didirikan di Antwerp ini mendapat sorotan media ketika menggelar perayaan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Warga muslim miskin dengan mudah tertarik paham yang disebar Belkacem ini.Dalam sebuah artikel di CNN belum lama ini, ada pengakuan dari dua pemuda yang meninggalkan Belgia untuk berangkat ke Suriah. Mereka mengatakan kondisi sosial yang menekan mereka, seperti perasaan terpinggirkan, tidak mendapat kesempatan yang sama di tengah kehidupan menjadi pendorong radikalisasi."Negara Belgia menolak anak-anak dan kaum muda. Mereka bilang, kami semua orang asing, buat apa diberi pekerjaan?" kata dia. Negara telah membuat komunitas muslim memendam kebencian dan ketika mereka melihat apa yang terjadi di Suriah maka mereka dengan mudah terdorong dan mendapat motivasi untuk melancarkan serangan teror.
Ini alasan mengapa Belgia jadi sarang militan Eropa
Sekitar 560 warga Belgia berangkat ke Suriah untuk menjadi jihadis.
Rekomendasi