Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama disambut sorak-sorai kerumunan warga di setibanya di Ibu Kota Havana, Kuba, kemarin.Kunjungan tiga hari ini adalah yang pertama kali dilakukan presiden Negara Adidaya selama 88 tahun. Obama dan Presiden Kuba Raul Castro mengumumkan perbaikan hubungan di antara kedua negara pada Desember 2014. Pengumuman itu sekaligus mengakhiri bekunya hubungan kedua negara ketika Revolusi Kuba menggulingkan pemerintahan pro-Amerika pada 1959."Ini adalah kesempatan bersejarah untuk berhubungan langsung dengan rakyat Kuba," ujar Obama kepada para hadirin di Kedutaan Besar AS yang baru kembali dibuka, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/3).Sejumlah warga Kuba juga menyaksikan iring-iringan rombongan Obama di tengah kota."Viva Obama, Viva Fidel," teriak warga mengiringi konvoi rombongan Obama usai menyantap makan malam.Dengan perbaikan hubungan ini Obama telah meninggalkan kebijakan luar negeri gaya lama yang ingin mengisolasi Kuba.Namun sejumlah tantangan masih menjadi kendala perbaikan hubungan. Sejumlah pengamat menilai lawatan Obama ke Kuba ini terlalu prematur dan tidak akan memberikan hasil konkret dalam bidang hak asasi dan kebebasan ekonomi.
Setelah 88 tahun, Obama jadi presiden AS pertama ke Kuba
"Ini adalah kesempatan bersejarah untuk berhubungan langsung dengan rakyat Kuba," kata Obama.
Rekomendasi