Marah istrinya mengangkang di Facebook, PM Kamboja lapor interpol

Foto istri Hun Sen itu telah diedit. Sang pemilik akun FB tinggal di luar negeri dan kini diburu

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Marah istrinya mengangkang di Facebook, PM Kamboja lapor interpol
PM Kamboja Hun Sen dan istrinya. ©2016 Merdeka.com/Facebook

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, melaporkan akun Facebook bernama 'Haknuman Leung' ke polisi karena menyebarkan foto istrinya yang sudah diedit. Dalam foto ini, istri Hun Sen - Bun Rany - tampak sedang berdiri dengan posisi kaki mengangkang saat keluarga besar sang pemimpin Kamboja piknik di luar kolam renang.

Di foto asli, Bun Rany sebetulnya berdiri biasa. Tapi dalam foto yang menurut pemerintah Kamboja sudah diedit, tampak ibu negara yang sedang memakai celana jenis legging warna oranye itu posisi kakinya menangkang.

Posisi kaki Bun Rany dianggap tidak sopan bagi kebanyakan warga Kamboja yang konservatif. Hun Sen kebakaran jenggot melihat istrinya diolok-olok di jejaring sosial.

Tak cuma memaksa akun penyebar foto ditutup, politikus sudah berkuasa 31 tahun di Kamboja ini sampai melapor ke Organisasi Polisi Internasional (Interpol). Akun Haknuman Leung kabarnya dimiliki seorang warga Kamboja yang tinggal di luar negeri.

"Tindakan sang pemilik akun Facebook ini merusak harkat dan martabat ibu negara," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Jenderal Khieu Sopheak, seperti dilansir Russian Times, Kamis (21/1).

PM Kamboja Hun Sen dan keluarga yang sudah diedit ©2016 Merdeka.com

Kepolisian Kamboja sangat serius berupaya menangkap warganya yang di luar negeri itu. Bahkan, muncul selentingan jika akun Haknuman leung dimiliki oleh kelompok oposisi yang berpandangan ekstrem.

Hun Sen, yang sudah cukup lama menguasai Kamboja bersama Partai Rakyat Kamboja (CPP), mulai tidak disukai anak muda di negara miskin Asia Tenggara itu. Buat merebut simpati pemilih muda, Hun Sen sejak September 2015 membuat akun Facebook resmi.

Tapi, Hun Sen sangat alergi kritik, sehingga dia menyatakan akan mencari siapapun yang menghinanya di jejaring sosial. Tahun lalu mahasiswa di Ibu Kota Pnom Penh yang menulis di Facebook agar rakyat melakukan revolusi, segera ditangkap oleh polisi.

Rekomendasi