Peyton Pruitt asal Kota St.Clair, Negara Bagian Alabama, Amerika Serikat, dituding memiliki cita-cita menjadi jihadis kelompok teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Lantaran cita-citanya tersebut, remaja 18 tahun ini dicokok polisi AS sejak bulan lalu, kemudian ditahan di penjara Kota Pell. Walaupun begitu, keluarga serta pengacaranya membantah Pruitt bisa menjadi teroris.
"Dia tidak akan bisa jadi bagian dari ISIS atau Taliban lantaran pikirannya seperti anak kecil. IQ-nya saja hanya 51," ungkap keluarga dan pengacara Pruitt, seperti dilansir dari laman thedailybeast.com, Rabu (23/12).
Pada April lalu, Pruitt sekolah SLB Alabama di Talladega, kemudian memberitahu salah satu pegawai sekolah bahwa dia ingin membuka-buka situs ISIS.
Walaupun keluarga bahkan menyebut Pruitt 'idiot', hakim menolak mengabaikan kasus ini. Menurut pihak berwenang Alabama, kasus yang dilakukan Pruitt tetap memiliki hubungan dengan indikasi terorisme.
Bocah penyandang tunagrahita itu mulai disidang kemarin, namun sementara diskors hingga waktu yang tidak ditentukan. Dakwaan lengkap terhadap pemuda tersebut belum diputuskan. Jika ingin bebas, keluarga Pruitt wajib membayar jaminan USD 1 juta.
Jaksa sendiri mengatakan, Pruitt sudah membaca majalah online milik Al Qaida mengenai pembuatan bom. Dia juga disebut melakukan komunikasi dengan para jihadis di luar negeri mengenai lokasi yang potensial untuk melakukan serangan.
Pruitt belajar di sekolah khusus untuk penyandang tunanetra dan tunarungu. Sekolah tempat dia belajar yang pertama kali mengajarkan Pruitt membuka situs.
Menurut tenaga pengajar di sekolah Gentry Technical Center, Pruitt sempat mendapat teguran pada April lalu untuk lantaran menggunakan internet untuk membuka situs ISIS.
Selama dua tahun, lebih dari 75 remaja Amerika ditangkap lantaran tertarik untuk menjadi teroris. Mereka mendapat tuduhan memiliki hubungan dengan organisasi teroris asing.