Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia

Para wanita ini terpanggil setelah kehilangan keluarga yang tewas akibat ranjau yang menyebar di area tambang.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Aleida Toro menggunakan alat detektor saat mencari ranjau di pegunungan Sonson, Antioquia, Kolombia (23/11). Selama lebih dari 15 tahun wanita-wanita pemberani di Kolombia ini bekerja mencari ranjau yang dipasang bekas konflik dengan pemberontak Marxis yang telah merenggut 220.000 nyawa. ©Reuters/Fredy Builes
1 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Natalia Arango (kanan) bersama rekan saat bersiap dengan alat pengaman sebelum berangkat mencari ranjau di pegunungan Sonson, Antioquia, Kolombia (23/11). ©Reuters/Fredy Builes
2 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Para wanita ini terpanggil menjadi pemburu ranjau setelah kehilangan keluarga yang tewas karena zona bom pijak tersebut berada di area tambang, tempat orang-orang yang mereka sayangi bekerja. ©Reuters/Fredy Builes
3 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Natalia Arango bersama rekan saat mencari ranjau di pegunungan Sonson, Antioquia, Kolombia (23/11). ©Reuters/Fredy Builes
4 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Natalia saat mencari ranjau dengan alat detektor di pegunungan Sonson, Antioquia, Kolombia (23/11). ©Reuters/Fredy Builes
5 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Salah seorang wanita membuat patok dari batang kayu sebagai tanda zona telah aman dari ranjau. ©Reuters/Fredy Builes
6 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Natalia saat mencari ranjau dengan alat detektor di pegunungan Sonson, Antioquia, Kolombia (23/11). ©Reuters/Fredy Builes
7 dari 7 halaman
Kisah heroik wanita pemburu ranjau sisa perang Kolombia
Natalia (kiri) bersama rekan saat beristirahat usai mencari ranjau di pegunungan Sonson, Antioquia, Kolombia (23/11). ©Reuters/Fredy Builes
Rekomendasi