Kemlu periksa KJRI Davao soal pembakaran Reog Ponorogo

Di jejaring sosial beredar isu kelompok agama tertentu di Filipina menganggap reog sebagai berhala

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kemlu periksa KJRI Davao soal pembakaran Reog Ponorogo
Penampilan kesenian Reog Ponorogo dalam HUT Korpri di Jakarta. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kementerian Luar Negeri memperoleh surat dari Paguyuban Kesenian Reog Ponorogo terkait pembakaran benda seni itu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao, Filipina, beberapa waktu lalu. Juru bicara Kemlu Arrmanatha nasir juga mengungkapkan, pihak KJRI turut memperoleh tembusan dari lembaga yang sama.

"Sudah, kita juga sudah bertemu dengan ketua dari paguyuban reog ponorogo dan kita juga sudah membahas kenapa hal tersebut dilakukan" Ujar Arrmanatha, Senin (9/11).

Pria akrab disapa Tata itu menambahkan pihak Kemlu tengah menggelar pemeriksaan internal terhadap staf KJRI Davao terkait pembakaran seni yang populer tersebut. Walau demikian, Tata enggan mengungkapkan mengenai kebenaran foto serta meme yang beredar di masyarakat luas. Dalam pesan beredar di jejaring sosial, disebutkan bahwa atribut reog dibakar oleh kelompok agama tertentu di KJRI Davao yang sedang beribadah.

"Satu hal cepat sekali menyebar melalui sosial media. Makanya sayang sekali kalau sosial media dijadikan sumber berita yang ada seperti sekarang ini," kata Tata ketika ditanya mengenai hal tersebut.

Dia menegaskan pembakaran reog masih dalam tahap proses pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilakukan misalnya seperti apakah reog tersebut adalah hibah, atau misalnya milik individu tertentu yang sedang dititipkan di KJRI.

"Semuanya masih proses pemeriksaan apakah itu barang yang dibeli oleh APBN untuk inventaris KJRI misalnya, atau milik sendiri, atau barang tersebut titipan," tegasnya.

Jika tahap pemeriksaan sudah selesai, Tata tidak bisa menjamin hasil dari pemeriksaan tersebut dapat di publikasikan seluruhnya. Jika ada beberapa hal yang memang tidak untuk di publikasikan, maka Kemlu tidak akan membocorkan hasil pemeriksaan.

"Untuk share kita liat dulu, kan ada hal hal yang sifatnya rahasia tentu tidak bisa di publikasikan" pungkasnya.

Sebelumnya, Kemlu mengatakan pembakaran atribut Reog Ponorogo di KJRI Davao lantaran adanya rayap. Oleh sebab itu, pemusnahan dilakukan agar rayap tidak semakin berkembang biak.

Selain Reog Ponorogo, ada juga hiasan ukiran kepala naga yang dimusnahkan.

"Pemusnahan aset tersebut telah dilakukan secara hati-hati dan penuh rasa penghormatan terhadap Reog Ponorogo sebagai aset budaya. KJRI Davao City juga ingin menegaskan bahwa pembakaran tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan upaya untuk pengusiran berhala atau makhluk halus," tulis pernyataan KJRI Davao yang diterima merdeka.com.

Rekomendasi