Tiga orang tertembak di Universitas Tennessee di Nashville, Amerika Serikat pada Kamis malam, (22/10). Ketiga korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Sejauh ini belum ada kontak senjata dengan pelaku" ujar Polisi Metro Nashville Tanya Stone, seperti dilansir the Guardian, Jumat (23/10). Polisi tidak menjelaskan apakah pelaku penembakan masih berada di area kampus.
Lebih jauh, juru bicara kampus belum dapat memberikan respon cepat terkait insiden ini.
Diketahui, penembakan kali ini hanya berselang tiga minggu tragedi pembunuhan Chris Mercer dengan korban tewas mencapai sembilan orang di sebuah kampus di Oregon.
Debat mengurangi kekerasan senjata di AS tak kunjung selesai. Presiden AS, Barack Obama sudah 14 kali berpidato, mendesak Senat maupun DPR Amerika mengubah sikapnya terkait pembatasan senjata api.
Penembakan massal di kampus Nashville kali ini adalah insiden ke-46 kalinya sepanjang sejarah Negeri Paman Sam. Awal tahun ini, pelbagai institusi pendidikan. Salah satunya tragedi penembakan di Umpqua Community College, Kota Rosenburg, Negara Bagian Oregon, oleh seorang pelaku tunggal. Korban tewas 10 orang, sementara tujuh lainnya cedera serius
Presiden tidak punya wewenang mengamandemen UU yang menyatakan setiap warga AS berhak mempersenjatai dirinya sendiri. Pendukung utama liberalisasi senjata api adalah golongan konservatif dari Partai Republik, oposisi Obama.