Pameran buku terkenal sejagat, Frankfurt Book Fair 2015 telah dibuka kemarin pukul 6 sore waktu Jerman. Namun ada yang janggal dengan pameran buku tersebut lantaran pemerintahan Iran secara keras memboikot acara tersebut.
Setelah diusut, alasan Iran memboikot acara itu lantaran pidato seorang sastrawan kontroversial asal Inggris Salman Rushdie. Pria berkebangsaan Inggris keturunan India ini sebelumnya memang sempat 'panas' dengan para muslim lantaran karyanya yang berjudul 'Satanic Verses'.
"Tidak seharusnya kebebasan ada batasnya, karena itu menyerang sifat alami manusia. Kebebasan berbicara adalah sifat dasar seorang manusia. Kita memakai bahasa binatang, kita mendongeng tentang mereka, tanpa kebebasan dari ekspresi, maka semua akan gagal berterus terang," seperti dikutip dari pidatonya kemarin, seperti dilaporkan laman New York Times, Selasa (13/10).
Pekan lalu, Menteri Kebudayaan Iran mengatakan bakal memboikot acara tersebut jika Rushdie diberikan kesempatan untuk berpidato oleh pihak penyelenggara. Tidak hanya itu, Iran sendiri sudah menyerukan ke semua elemen Muslim lain dan akan melancarkan protes keras.
Pada 1989, salah satu pencetus revolusi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, telah menyerukan Rusdhie harus dibinasakan dan mendesak seluruh muslim untuk membunuhnya. Hal itu dilakukan Ayatollah bukan tanpa sebab, dia percaya bila bukunya kontroversialnya yang berjudul "Satanic Verses" sangat menyakiti Islam.
Kendati begitu, Rushdie sempat dilindungi oleh pemerintah Inggris, yang mengakibatkan hubungan diplomatik kedua negara itu putus.
Acara ini baru digelar kemarin, Selasa (13/4) waktu Jerman. Pameran ini di gelar di Gedung Frankfurt Messe itu menjadikan Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam acara tersebut.