Wakli Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov membantah temuan tim penyelidik kecelakaan pesawat Belanda yang mengatakan, pesawat MH17 jatuh lantaran ditembak misil 9N314M BUK buatan Rusia. Mereka mengatakan rudal itu sudah dinon-aktifkan peluncurannya oleh perusahaan rudal negara Almaz-Antey.
"Rusia telah berulang kali mengatakan tidak menembakkan apapun ke langit pada waktu pesawat itu jatuh. Kami selalu berharap informasi yang didapat agar benar-benar mengacu pada kebenaran," ujar Ryabkov, seperti dilansir dari ABC, Rabu (14/10).
Perusahaan rudal negara Rusia Almaz-Antey, juga mengatakan mereka sudah tidak mengaktifkan lagi rudal itu.
Tim penyelidik kecelakaan pesawat Belanda mengatakan pesawat MH17 ditembak rudal BUK buatan Rusia. Tim juga mengungkapkan rudal tersebut ditembak di bagian kiri atas kokpit.
Namun, tim juga mengatakan rudal itu ditembak dari timur Ukraina, yang memang dikuasai pemberontak.
Sebelumnya kabar yang tersebar di pelbagai media menyebutkan tim penyelidik independen bentukan Belanda menyatakan bila Boeing 777 itu meledak di udara pada 17 Juli 2014 karena faktor eksternal. Namun di laporan tersebut tidak menyinggung pihak mana yang harus bertanggung jawab.
Akibat jatuhnya MH17, seluruh penumpang dan kru berjumlah 298 orang meninggal dunia. Kebanyakan dari mereka adalah warga Belanda termasuk 15 awak kabin. Sebanyak 12 orang Warga Negara Indonesia turut menjadi korban jatuhnya pesawat maskapai pelat merah Malaysia tersebut.