Australia sebut warganya gabung ISIS meningkat dua kali lipat

Negeri Kanguru sampai membatalkan permohonan paspor ke Timur Tengah untuk mencegah warganya gabung ISIS.

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Australia sebut warganya gabung ISIS meningkat dua kali lipat
Ilustrasi ISIS. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengatakan warganya yang bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya. Hal ini yang kemudian memicu Negeri Kanguru itu memerangi ISIS habis-habisan, hingga akhirnya mengirimkan pasukan ke perbatasan Suriah.

"Kami menghitung ada sekitar 120 orang Australia yang kini berada di Irak dan Suriah yang mendukung gerakan Daesh (sebutan ISIS di Australia) serta kelompok teror lainnya," ungkap Bishop kepada wartawan seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin (28/9).

Bishop yang tengah berada di New York untuk mengikuti Sidang Majelis Umum PBB mengatakan, jumlah tersebut naik dua kali lipat dari sebelumnya.

"Jumlah dari negara kami ini bertambah dua kali lipat sejak tahun lalu, kami tidak ingin tahun depan seperti ini lagi," sambung dia.

Bishop mengatakan ada sekitar 30 ribu orang yang ikut bergabung kelompok militan ISIS. Jumlah itu diperkirakan berasal dari 100 negara.

Untuk mencegah warganya gabung ISIS, pemerintah Australia memperketat sistem keamanan mereka dengan membatalkan sejumlah permohonan paspor ke Timur Tengah. Hal ini dirasa perlu untuk mengantisipasi kejadian seperti ini terulang kembali.

Rekomendasi