Malcolm Turnbull jadi PM Australia, apa dampaknya buat Indonesia?

Turnbull diprediksi fokus pada isu ekonomi. Berpotensi pragmatis soal batas wilayah, imigran, dan ekspor sapi

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Malcolm Turnbull jadi PM Australia, apa dampaknya buat Indonesia?
Perdana Menteri Australia ke-29 Malcolm Turnbull. ©2015 Guardian/Mike Bowers

Politikus senior Malcolm Turnbull menjadi Perdana Menteri ke-29 Australia, setelah melengserkan Tony Abbott dalam pemilihan internal Partai Liberal kemarin (14/9). Pria 60 tahun ini sudah makan asam garam dalam politik maupun bisnis, juga pernah memimpin partai berhaluan kanan itu sepanjang 2008-2009.

Pertanyaan banyak pihak, khususnya warga Indonesia sebagai tetangga dekat Negeri Kanguru, seperti apakah fokus kebijakan luar negeri Turnbull?

Kolomnis Majalah TIME, Ian Bremmer, mencoba menjabarkannya dalam esai yang dimuat hari ini, Selasa (15/9). Dalam catatan Bremmer, Turnbull adalah sosok pragmatis. Dia berani mundur dari posisi Menteri Komunikasi, lalu menantang Abbott, setelah mendapat dukungan dari jaringan pengusaha besar Australia.

Sosok Abbott selama setengah tahun terakhir dianggap tak becus mengelola ekonomi. Negeri Kanguru menghadapi ancaman resesi pertama kalinya, selama 24 tahun, akibat perlambatan ekonomi global. Abbott dianggap gagal menjalin hubungan dagang yang lebih ideal dengan China.

Bremmer memperkirakan fokus politik luar negeri Turnbull dalam jangka pendek adalah menyelaraskan hubungan bilateral baik dengan China, demi alasan ekonomi, serta Amerika Serikat.

"Turnbull adalah bekas bankir investasi yang memiliki dukungan dari elit bisnis Australia. Kebijakannya akan lebih pragmatis dan kurang ideologis," tulis Bremmer.

Bila analisis itu tepat, Turnbull bukan tipe yang lebih keras menjalankan kebijakan 'ideologis' konservatif ala partai liberal yang berpotensi merusak hubungan Australia-Indonesia. Contohnya pelanggaran batas wilayah atau kebijakan mengirim balik kapal imigran ke Tanah Air.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tapi dalam jumpa pers usai terpilih sebagai PM baru tadi malam, dia mengatakan mengamankan laut Australia dari kapal asing, termasuk imigran gelap, akan terus dilanjutkan. "Mengembalikan keamanan di perbatasan kita selalu merupakan langkah yang luar biasa penting."

Selain itu, mengingat Australia butuh memacu ekonominya, maka akan ada pendekatan yang lebih bersahabat agar hubungan dagang dengan RI tetap terjalin. Khususnya di bidang industri makanan olahan serta pasokan daging sapi.

Sejauh ini Turnbull belum terlalu teruji dalam membicarakan isu politik regional. Dia lebih banyak menyinggung pentingnya Australia menyeimbangkan posisi di hadapan Beijing dan Washington.

Sekalinya membahas Indonesia, topiknya terkait

kasus eksekusi mati duo Bali Nine, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Pada 15 Februari lalu, sebelum keduanya dieksekusi, Turnbull menyampaikan di televisi meminta Presiden Joko Widodo mengampuni dua penyelundup narkoba ini.

"Saya mengakui mereka berdua melakukan pelanggaran hukum yang mengerikan, mereka juga telah tahu risiko pelanggaran itu dapat berujung pada hukuman mati," ujarnya.

"Tapi saya percaya mengampuni mereka tidak membuat citra pemerintah Indonesia lemah. Presiden Jokowi bisa menunjukkan kekuatan sejatinya bila memilih tidak perlu mengambil nyawa dua orang itu, tapi untuk terus merehabilitasi dua terpidana mati," imbuh Turnbull kala itu.

Saat ditanya pembawa acara, apa yang harus dilakukan pemerintah Australia, Turnbull mengatakan bahwa Indonesia berdaulat dan tidak bisa ditekan. Sekalipun ingin Bali Nine diampuni, dia tidak setuju bila harus melakukan konfrontasi dengan RI.

"Anda harus hati-hati jangan sampai upayanya kontraproduktif. Tidak ada pemerintah yang suka ditekan-tekan pihak luar."

Diberitakan sebelumnya, Abbott lengser karena jajak pendapat terakhir menunjukkan warga Australia tak lagi mendukungnya. Tingkat dukungan pada Abbott, khususnya dalam isu ekonomi, anjlok di bawah 30 persen.

Untuk diketahui, Partai Liberal kini menjadi mayoritas parlemen Negeri Kanguru. Siapapun menjadi ketua partai otomatis menjadi perdana menteri.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Turnbull sejak Februari lalu sudah diharapkan maju menyingkirkan Abbott. Pada Agustus lalu, survei Ipsos menunjukkan tingkat popularitas Turnbull sudah melampaui mantan bosnya di kabinet.

Ketua Fraksi Partai Liberal di parlemen, Scott Buchholz, mengatakan Turnbull mengungguli perolehan suara Abbott dengan 54 suara berbanding 44. Hari ini, Turnbull akan dilantik oleh Gubernur Jenderal Australia Peter Cosgrove.

"Pemerintahan yang sekarang akan lebih fokus pada mempersiapkan pondasi bagi ekonomi Australia di masa mendatang agar lebih kompetitif. Nilai-nilai Australia yang membuat bangsa kita memiliki daya tahan adalah inovatif dan kreatif," kata Turnbull setelah terpilih.

Rekomendasi