Tahanan teroris AS mogok makan, sebut Obama bohong tutup Guantanamo

Sejak terpilih pada 2008, Obama bilang akan menutup penjara kontroversial itu. Tapi sampai sekarang tak dipenuhi

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Tahanan teroris AS mogok makan, sebut Obama bohong tutup Guantanamo
Penjara Guantanamo. ©REUTERS

Departemen Kehakiman Amerika Serikat hari ini, Jumat (14/8), malam nanti akan memutuskan satu diantara dua pilihan, untuk menolak atau menerima permohonan pembebasan seorang tahanan Guantanamo yang mogok makan.

Narapidana bernama Tariq Ba Odah itu sekarang berbobot 33,5 kilogram setelah rutin selama delapan tahun terakhir mogok makan. Kuasa hukum Tariq menyatakan permohonan kliennya akan menjadi indikasi yang jelas tentang keseriusan Obama soal janji menutup Penjara Guantanamo, sebelum lengser pada Januari 2017.

Kuasa hukum Tariq menilai presiden AS sebenarnya enggan untuk menggunakan hak prerogatifnya untuk menutup Guantanamo.

"Ini menjadi sebuah kejanggalan antara janji administrasi dan keinginan untuk menutup Guantanamo, dengan apa yang sebeneranya terjadi," ungkap Omar farah seorang pengacara tahanan, seperti dilansir Channel NewsAsia, Jumat (14/8).

Tahanan asal Yaman yang berusia 36 tahun itu harus makan lewat bantuan tabung akibat dia berhenti makan secara normal di 2007.

"Berat badannya turun selama 18 bulan yang meningkatkan ketakutan pengacaranya akan kematian dirinya karena kelaparan, dan kini dia sedang ditangani khusus," pejabat Pentagon menuturkan.

Pejabat dari Departemen Luar Negeri yang mengurus bagian pusat menyerukan untuk menenatang petisi yang mengajukan pembebasan atas alasan kesehatan. Para pejabat Pentagon menilai bila permintaan itu dikabulkan maka aksi tersebut akan dapat diikuti oleh tahanan lainnya di masa mendatang.

Penjara Guantanamo yang berdiri di era Presiden George W. Bush sarat kontroversi. Banyak tahanan disiksa dengan alasan mencari petunjuk soal pelaku terorisme lainnya. Lebih dari itu, banyak tahanan yang terbukti tak terkait dengan aktivitas terorisme. Sampai sekarang, penjara ini masih menahan 116 pria.

Rekomendasi