Mahathir: Demokrasi Malaysia mati di bawah kepemimpinan Najib Razak

Najib saat ini tengah menjadi sorotan publik dalam kasus skandal korupsi dana badan usaha pemerintah Malaysia.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Mahathir: Demokrasi Malaysia mati di bawah kepemimpinan Najib Razak
Mahathir Mohamad. ©2013 Merdeka.com/Faisal Assegaf

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hari ini mengkritik keras Perdana Menteri Najib Razak. Dalam blognya Mahathir menulis, demokrasi di Malaysia mati di bawah kepemimpinan Najib Razak.Pria berusia 90 tahun itu juga menyatakan Najib seharusnya diperiksa polisi terkait kasus korupsi dana Badan Usaha 1Malaysia Development Berhard (1MDB).Bulan lalu Najib memecat wakil perdana menteri Muhyiddin Yasin dan mengganti Jaksa Agung. Yasin sebelumnya mendesak Najib untuk memberi penjelasan soal dana senilai Rp 9 triliun masuk ke rekening pribadinya. Selain itu Najib juga membredel dua koran terkemuka dan memblokir situs Sarawak Report karena memberitakan skandal korupsi itu."Demokrasi sudah mati karena pemimpin yang terpilih menebas institusi pemerintah dan membuat lembaga itu menguntungkan bagi dirinya," tulis Mahathir, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (10/8).Najib sejauh ini belum berkomentar atas tudingan Mahathir itu.Perdana menteri paling lama di Malaysia itu menjadi pengkritik Najib paling keras selama ini. Dia juga tahun lalu sudah menarik dukungan terhadap Najib setelah pada pemilu 2013 koalisi Barisan Nasional kalah dalam perolehan suara.

Rekomendasi