Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dinobatkan sebagai pemimpin negara yang mempunyai gaji tertinggi di dunia. Loong digaji hingga USD 1,7 juta atau setara dengan Rp 22 miliar.
Bahkan, nominal gaji itu sebetulnya sudah dipotong 30 persen pada 2012 lalu. Ditambah bonus dan insentif khusus lainnya, angka ini tetap jauh lebih besar atau empat kali lipat dari gaji Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang hanya USD 400.000 atau setara dengan Rp 5,2 miliar.
Berdasarkan kajian Statista yang dilansir dari CNBC, gaji pemimpin Singapura ini mengalahkan gaji pemimpin negara Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan bahkan seluruh persemakmuran Inggris Raya.
Besaran gaji ini terbilang wajar untuk negara sedigdaya Singapura yang telah berumur 50 tahun ini. Sebagai Singa Asia, Singapura juga sengaja memberikan gaji yang teramat besar kepada pemimpin negara, agar pemimpin negara tersebut jauh dari praktik KKN dan mengedepankan profesionalitas.
Kendati demikina, gaji ini pernah dikritik soal gaji pemimpin yang besar, Partai Aksi Rakyat (PAP) yang menguasai parlemen Singapura berkilah bahwa Perdana Menteri dan menteri-menteri lain harus dibayar lebih tinggi dari swasta. Tujuannya, agar talenta terbaik Negeri Singa mau bekerja di pemerintah.
Singapura adalah negara di kawasan yang mengandalkan hanya perdagangan dan jasa sebagai sumber pendapatan. Itu sebabnya, PAP menilai setiap pejabat pemerintah wajib diisi SDM terbaik.
Lalu bagaimana dengan gaji Presiden Jokowi yang memimpin negara terluas di ASEAN?
Jika penghasilan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi acuan, maka Jokowi kemungkinan mendapat bayaran USD 124,171 (setara Rp 1,48 miliar) per tahun.
Itu sekitar 28 kali lipat pendapatan rata-rata warga negara Indonesia. Nominal gaji itu bisa saja bertambah sesuai dengan inflasi.
Gaji ini di luar dana taktis lebih dari Rp 2 miliar saban bulan. Kendati demikian, gaji Presiden Jokowi hanya masuk peringkat 15 besar dunia.