Malaysia sebut kursi dan jendela pesawat ikut ditemukan di Reunion

Prancis mengirim lebih banyak tim ke pulau di Samudera Hindia itu dengan harapan bisa melacak lokasi MH370

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Malaysia sebut kursi dan jendela pesawat ikut ditemukan di Reunion
Pulau Reunion, lokasi penemuan puing MH370. ©AFP PHOTO

Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai, mengklaim kursi penumpang dan jendela diduga berasal dari pesawat ikut ditemukan di Pulau La Reunion, Samudera Hindia. Temuan tersebut, menurutnya, memperkuat dugaan bahwa serpihan ini berasal dari Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.

"Benda-benda ini bagian kecil dari pesawat. Tapi ini tidak bisa segera disimpulkan dari MH370, perlu ada penyelidikan lanjutan oleh tim di Prancis," ujarnya seperti dilansir ABC, Jumat (7/8).

La Reunion adalah pulau yang menjadi wilayah protektorat Prancis. Pulau ini lokasinya dekat Madagaskar, Afrika. Sejak sepekan terakhir, warga setempat dihebohkan penemuan serpihan-serpihan berasal dari pesawat.

Kemarin, temuan flaperon (bagian sayap) yang mengapung di Reunion, dipastikan berasal dari MH370 oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Warga juga menemukan bermacam benda yang tidak lazim di perairan. Contohnya sabun pemutih produksi Indonesia.

Australia, sebagai negara yang memimpin pencarian MH370 selama ini, menilai La Reunion sangat mungkin dilewati puing pesawat nahas itu apabila jatuh ke laut.

Melihat banyaknya temuan berkaitan dengan pesawat di Reunion, pemerintah Prancis akan mengirim lebih banyak ahli forensik, pencarian laut, serta pakar bencana ke pulau di tengah samudera itu.

"Sesuai permintaan presiden Prancis, maka kami akan mengirim lebih banyak sumber daya memeriksa serpihan yang mencurigakan di Reunion," menurut Kementerian Pertahanan Prancis dalam keterangan tertulis tadi malam.

MH370 sedianya terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China. Setelah 1 jam terbang, pesawat membawa 239 orang itu mendadak hilang dari radar. Sampai sekarang, otoritas terkait tidak menampik kemungkinan sabotase atau pembajakan sebagai pemicu hilangnya Boeing 777 tersebut.

Rekomendasi