Nicolas Ferrier hampir tak memperhatikan kursi berwarna biru yang dia lihat di pantai hari itu. Ketika sedang bertugas memunguti sampah di hamparan pasir pantai dia menganggap benda itu sama seperti sampah-sampah lainnya. Ferrier hanya berpikir mungkin benda itu kursi dari sebuah bus atau kursi pesawat terbang layang."Sampai akhirnya Rabu lalu saya baru sadar benda apa itu sebenarnya," kata Ferrier. "Kursi itu barangkali bagian dari pesawat itu (MH370)," kata dia, seperti dilansir koran Sydney Morning Herald, Ahad (2/8).Ferrier melihat bagian kursi diduga dari pesawat MH370 itu awal Mei lalu. Kemarin dia menyampaikan kisahnya buat pertama kali. Sebelumnya tak seorang pun tahu bagaimana nasib benda itu kecuali istrinya.Kursi itu, kata Ferrier, terdampar di pantai dekat Saint Andre, sebelah timur Pulau Reunion. Pekan lalu pulau di sebelah timur Madagaskar itu jadi perhatian dunia setelah puing, berupa sayap, diduga dari MH370 ditemukan.Pesawat Boeing 777 berpenumpang 239 orang itu hilang sejak 8 Maret tahun lalu. Dengan temuan serpihan sayap itu pekan lalu, misteri hilangnya MH370 mendapat titik terang.Tim pencari dari Australia sudah 16 bulan menjelajahi Samudera Hindia. Pesawat itu keluar dari jalur seharusnya yakni tujuan Kuala Lumpur-Beijing."Ini temuan positif pertama yang bisa menjelaskan lokasi pesawat itu," kata Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.Serpihat sayap itu kemarin diterbangkan menggunakan pesawat Air France ke Paris untuk diteliti. Tim ahli dari Malaysia dan Prancis akan memeriksa serpihan itu Rabu nanti bersama sebuah koper yang ditemukan tidak jauh dari lokasi sayap pesawat itu."Saya yakin kita semakin dekat dengan pengungkapan misteri MH370," kata Wakil menteri Perhubungan Malaysia Abdul Aziz Kaprawi. "Temuan ini bisa meyakinkan kita bahwa MH370 memang jatuh di Samudera Hindia."Tapi orang macam Ferrier tak tahu betapa pentingnya kursi yang dia temukan saat itu. Bagi dia temuan kursi itu sama seperti sampah-sampah di pantai yang sering dia temukan sehari-hari."Saya juga menemukan dua koper di sekitar waktu yang sama. Isinya banyak barang," kata dia.Lalu apa yang Ferrier lakukan terhadap kursi dan barang-barang itu?"Saya membakarnya," kata dia seraya menunjuk ke arah tumpukan abu di dekat hamparan batu besar di pantai. "Memang itu pekerjaan saya. Mengumpulkan sampah lalu membakarnya.""Saya mungkin menemukan banyak barang dari pesawat itu dan membakarnya tanpa saya tahu benda apa itu."Penuturan Ferrier didukung oleh kesaksian seorang penduduk lokal wanita bernama Isabelle yang menemukan benda yang sama ketika sedang berjalan-jalan di pantai Mei lalu. Saat itu dia ditemani putranya berusia 10 tahun."Waktu itu awal masa liburan, sekitar tanggal 10 Mei," kata dia kepada situs Zinfos974.com."Saya sedang berjalan dengan anak saya, Krishna. Lalu dari atas batu tempat kita berdiri dia berteriak, "Bu, lihat itu seperti sayap pesawat!"Krishna kemudian melompat ke atas sebuah benda yang mirip koper. Dia mencoba membukanya lalu melihat sebuah koper lau terkubur di pasir pantai.Namun saat itu ombak laut sedang tinggi dan Isabelle menyuruh anaknya menjauh dari pantai. Mereka kemudian pulang dan tidak mengingat apa-apa sampai temuan Rabu lalu.Mengapa Ferrier tidak melaporkan temuannya saat itu?"Saya bekerja sendiri jadi tidak ada teman diskusi, tidak seperti yang lain," ujar dia merujuk pada tim pembersih pantai yang menemukan sayap pesawat Rabu lalu."Sampai sekarang saya masih belum paham betul. Buat saya itu sesuatu yang biasa. Saya melihat sampah-sampah setiap hari," ucap Ferrier.
Kursi pesawat diduga dari MH370 sudah ditemukan sejak Mei lalu
Seorang warga lokal menemukan kursi dan beberapa koper diduga dari Mh370 di pantai Pulau Reunion.
Rekomendasi