Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya terbuka bagi para pengungsi. Hal ini membuktikan jika negaranya ramah pada siapa saja.
"300 ribu orang dari Irak, 1,7 juta orang dari Suriah, total ada 2 juta pengungsi yang masuk ke Turki dan kami terima," ujar Presiden Erdogan ketika memberikan kuliah umum di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Jumat (31/7).
Dalam kuliahnya, dia sempat menyindir negara-negara di Eropa, yang bahkan menolak 200 ribu pengungsi untuk masuk ke negaranya. Menurut dia, secara ekonomi beberapa negara Eropa tersebut mampu untuk menghidupi para pencari suaka itu.
Selain membahas masalah pengungsi, dalam kuliah umum di Lemhanas ini juga membahas mengenai keanggotaan tidak tetap dalam Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
"Kita akan melangkah lebih maju lagi secara bersama, karena DK PBB memiliki lima anggota tetap dan mereka berperan penting bagi seluruh dunia. Ini saatnya Turki melangkah lebih jauh lagi untuk bergabung dengan DK PBB," tegasnya.
Presiden Turki ini juga menceritakan rangkaian kunjungannya ke China beberapa hari lalu. Dalam lawatannya ke salah satu negara anggota DK PBB itu dia mengatakan, dewan keamanan merupakan suatu keharusan untuk mendamaikan dunia.
"Negara-negara di dunia harus bisa menerima keadaan DK PBB, lantaran sejak Perang Dunia I, kondisi perdamaian di dunia tidak lagi sama," papar dia.
Presiden Erdogan akan melakukan dua hari lawatan di Indonesia. Hari ini, Presiden Turki tersebut akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.