Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama bersiap melawat ke Kenya, negara kelahiran ayahnya, pada Jumat (24/7). Terakhir kali dia berkunjung, termasuk mengunjungi sang nenek, adalah pada 2006 saat masih berstatus sebagai senator.
Dalam kunjungan dua hari tersebut, Obama mengawalinya dengan menuju Ibu Kota Nairobi, bertemu Presiden Kenya Uhuru Kenyatta.
Setelahnya, Obama berencana menghadiri Global Entrepreneurship Summit guna memberi kuliah umum tentang kepemimpinan masyarakat sipil. Obama lantas direncanakan bertolak ke Ethiopia pada hari Minggunya.
Namun dipastikan dalam kunjungan 'mudik' ke tanah leluhurnya ini, Obama tidak akan sempat melakukan ziarah kubur ke makam mendiang ayahnya, Barack Obama Senior. Sang pemimpin Negara Adi Daya ini juga urung menemui sanak saudara lainnya termasuk sang nenek, Sarah Omar Obama, seperti dikutip dari laman Times of Israel, Kamis (23/7).
"Sejujurnya Kenya adalah sebuah tempat yang sangat pribadi untuk saya, lebih dari sebuah kunjungan sebagai seorang presiden karena saya dapat merasakan kebebasan," ucap Obama pekan lalu.
Walau Obama sudah diberitakan tidak dapat mengunjungi sanak keluarganya di Kenya, warga Kenya tetap menyambut kedatangan presiden AS itu dengan kegembiraan. Terlihat seperti jejeran bendera AS dan Kenya yang dibentangkan bersama di sepanjang jalan-jalan utama sebulan terakhir.
Lawatan ini, di sisi lain, membuat militer Negeri Paman Sam kelabakan. Dinas Intelijen Luar Negeri AS (CIA) maupun tentara, sibuk mengisolasi sel teroris al-Shabaab di Somalia. Negara yang kacau itu terlalu dekat dengan Kenya, sehingga keamanan Obama bisa terancam selama lawatannya.
Sejak enam hari terakhir, militer AS melakukan enam kali serangan udara rahasia di Somalia ke markas al-Shabaab.