Malaysia ingin pelaku tragedi MH17 diseret ke peradilan PBB

Usulan Malaysia secara tak langsung menuduh milisi separatis Ukraina. Ide ini segera ditolak Rusia

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Malaysia ingin pelaku tragedi MH17 diseret ke peradilan PBB
Puing Malaysia Airlines MH17 setelah ditembak jatuh di Ukraina. ©REUTERS/Maxim Zmeyev

Malaysia mengirim nota ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dua hari lalu terkait wacana menggelar sidang investigasi mencari pihak yang menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina. Belum ada rancangan resolusi secara konkret. Kendati demikian, secara tidak langsung permintaan itu menyasar kelompok milisi yang disokong Rusia.

Para militan separatis Ukraina adalah tersangka utama dalam insiden yang menewaskan 298 penumpang tahun lalu itu. Permintaan Malaysia didukung oleh Belanda, Belgia, Australia, dan Ukraina, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (3/7).

"Proses peradilan melibatkan PBB adalah pilihan terbaik untuk mencari pelaku yang bertanggung jawab atas tragedi MH17," kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennadiy Gatilov, segera mengecam proposal Malaysia itu. "Usulan itu belum tepat waktunya dan kontraproduktif," tuturnya.

Rusia sejak tahun lalu membantah terlibat insiden yang terjadi pada 17 Juli 2014 ini. Moskow balik menuding militer Ukraina yang menembak jatuh pesawat rute Amsterdam-Kuala Lumpur tersebut. Nyaris dua per tiga penumpang adalah warga negara Belanda.

Dari analisis ahli sementara, MH17 hancur akibat ditembak peluru kendali jenis SA-11. Senjata berat itu dimiliki pemberontak Ukraina, atas pasokan dari Rusia.

Sementara ini, kecil kemungkinan bisa digelar pengadilan bagi insiden MH17. Kalaupun ada negara maju yang mendukung keinginan Malaysia, maka Rusia sebagai pemegang hak veto, sekaligus anggota tetap DK PBB, akan segera menolak usulan itu.

Rekomendasi