Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama kemarin mengumumkan dibukanya kembali hubungan diplomatik dengan Kuba setelah 54 tahun dua negara itu bermusuhan."Hari ini saya umumkan Amerika Serikat secara resmi sepakat membuka hubungan diplomatik dengan Republik Kuba dan membuka kantor kedutaan di masing-masing negara," kata Obama di Gedung Putih, seperti dilansir ABC News, Rabu (1/7).Pemerintah Kuba mengumumkan mereka akan membuka kantor kedutaan pada 20 Juli mendatang. Amerika akan membuka kedutaannya sepekan setelah itu.Obama menyatakan akan memperbaiki hubungan dengan Kuba setelah 17 Desember lalu kedua negara bertukar tahanan dan pekerja kemanusiaan, Alan Gross dibebaskan. Sejak Desember itu diplomat kedua negara menjalin pertemuan buat memperbaiki hubungan diplomatik.Sejak 1982 Amerika memasukkan Kuba ke dalam daftar negara yang mendukung terorisme. Baru pada Mei lalu Kuba dihapus dari daftar hitam itu. April sebelumnya Obama dan Raul Castro mengadakan pertemuan bersejarah di Panama. Itu adalah tatap muka pertama kedua pemimpin negara secara langsung.
Pertukaran tahanan pada Desember lalu terkait konflik 56 tahun silam ketika
Advertisement
kelompok pemberontak pimpinan Fidel Castro menggulingkan pemerintahan Fulgencio Batista yang didukung Amerika.Dua tahun kemudian Presiden Amerika Dwight Eisenhower menutup kedutaan Amerika di Havana pada 3 Januari `961, kurang dari tiga pekan sebelum Presiden Kennedy terpilih.Kennedy kemudian memerintahkan pasukan Amerika menyerang Kuba. Serangan itu gagal dan membuat Castro tetap bertahan.Pada Oktober 1962, Washington dan Moskow hampir terlibat perang nuklir setelah Uni Sovyet menempatkan rudalnya di Kuba.Fidel Castro, 88 tahun, tetap berkuasa di Kuba hingga 2008 dan dia menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul Castro, 84 tahun.Tantangan dalam hubungan diplomatik kedua negara di masa datang adalah terkait embargo ekonomi Amerika terhadap Kuba dan pangkalan militer Negeri Paman Sam di Teluk Guantanamo.Obama, seorang Demokrat, sebelumnya sudah meminta Kongres yang dikuasai Republik, mencabut embargo berusia 53 tahun itu tapi ditolak.