Evakuasi dimulai, pemerintah janji jemput WNI di dekat Everest

Opsi menjemput mereka memakai pesawat sewaan diungkapkan oleh Dubes Iwan. "Kita sudah komitmen menurunkan mereka."

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Evakuasi dimulai, pemerintah janji jemput WNI di dekat Everest
Gempa Nepal. ©AFP PHOTO/Sajjad Hussain

Pemerintah berjanji mengirim tim untuk menjemput Warga Negara Indonesia yang kesulitan menuju bandara atau ibu kota Khatmandu selepas gempa Nepal pekan lalu. Saat ini telah dibentuk posko tim pencarian dan evakuasi WNI di Guest House Thamel, Z-Street, Khatmandu.Di lokasi ini, bersiaga anggota TNI AU dan Ditjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri. Proses pelacakan sekaligus pemulangan WNI, khususnya turis, yang masih terjebak di wilayah terpencil Nepal, digelar hari ini, Jumat (1/5). Demikian dilaporkan wartawan merdeka.com dari Nepal, Ardyan Mohamad.Dihubungi terpisah Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh, Bhutan, dan Nepal Iwan Winata Atmadja, menyatakan tiga warga Bandung memang benar sudah ditemukan, tapi bukan anggota Taruna Hiking Club.Posisi tiga pendaki yang sudah ditemukan itu ada di wilayah Lukhla. “Itu daerah aman, setelah turun dari gunung, di situlah mereka stand by. Kalau sebenarnya naik pesawat cepat, cuma 20 menit sampai Khatmandu. Masalahnya sekarang penerbangan belum reguler,” kata Iwan.Opsi menjemput mereka memakai pesawat sewaan diungkapkan oleh Dubes Iwan. "Kita sudah komitmen menurunkan mereka."Adapun tiga WNI yang lokasinya sudah diketahui, tapi belum dapat dihubungi sampai sekarang berada di wilayah Langtang. Lokasi itu adalah lereng Gunung Everest yang sempat dihantam longsoran salju. Pendaki asal Tanah Air yang kondisinya masih dikhawatirkan adalah anggota Taruna Hiking Club, yaitu Jeroen Hehuwat (39), Kadek Andana (26), dan Alma Parahita (31).Ada 10 WNI - non mukim - yang sampai sekarang belum bisa dihubungi. Sedangkan total WNI ada di negara lereng Pegunungan Himalaya itu saat lindu menyerang adalah 95 orang.

Rekomendasi