Seluruh masyarakat Singapura masih berduka dengan kepergian Perdana Menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew. Ribuan masyarakat pun memenuhi halaman Gedung Parlemen untuk melihat prosesi terakhir sebelum dikremasi.Tembakan 21 meriam dan penerbangan akrobatik empat jet F-16 milik AU Singapura, The Black Knights serta bunyi sirene selama satu menit untuk mengenang jasa Lee juga telah dilaksanakan di Singapura.Saat peti jenazah Lee keluar dari Gedung Parlemen pada pukul 01.00 waktu Singapura, seluruh masyarakat Singapura yang hadir langsung bersorak sambil menyebutkan nama Bapak Bangsa Singapura tersebut. "Lee Kuan Yew, Lee Kuan Yew," gemuruh warga Singapura, Minggu (29/3).Peti Jenazah Lee ditutup bendera Singapura langsung dibawa ke tempat persemayaman terakhir yakni Universitas Nasional Singapura (UNS). Di UNS, jenazah Lee akan dikremasi.Upacara kremasi juga telah dihadiri beberapa pemimpin negara yaitu mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Presiden Indonesia Joko Widodo, PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Korsel Park Geun-hye, PM Australia Tony Abbott, PM India Narendra Modi, Sultan Malaysia Abdul Halim Mu'adzam Shah dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.Lee yang meninggal dalam usia 91 tahun setelah dirawat tujuh pekan dirawat di rumah sakit akibat pneumonia. Dia dijuluki Bapak Bangsa Singapura karena dikenang memimpin Singapura lepas dari federasi Malaysia dan kemudian membangun negeri itu menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia saat ini.
Menuju tempat kremasi, nama Lee Kuan Yew menggema di Singapura
Jenazah Lee akan dikremasi di Universitas Nasional Singapura (UNS).
Rekomendasi